Prabowo Ungguli Jokowi Versi BPN, Usman Kansong : Kita Berpedoman Hasil KPU

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,JAKARTA–Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi akhirnya membeberkan hasil penghitungan internalnya di Pilpres 2019. Hasilnya, kubu 02 lebih unggul di banding pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Jokowi-Ma’ruf memperoleh 44,14 persen atau 39.599.832 suara. Prabowo-Sando 51,24 persen atau 48.657 suara,” ujar Tim Pakar BPN Laode Kamaludin di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

Menurut Laode, angka tersebut diambil dari 810.329 Tempat Pemungutan Suara (TP‎S)‎. Karena itu ia meyakini Prabowo-Sandi sebenarnya lebih unggul dari Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Angka ini sudah melebihi dari kerperluan ahli statistik, angka itu sudah valid dan bisa dipertangungjawabkan secara akademik,” katanya.

Laode juga mempersilakan, apabila ada pihak yang ingin melakukan adu data terkait kemenangan Prabowo-Subianto ini. Pasalnya data yang dimiliki BPN bisa dipertangungjawabkan.

“Kita persilakan adu data. Kita memasuki zaman baru yaitu era big data dan ini yang menjadi keyakinan kami bahwa Prabowo-Sandi Presiden RI 2019-2024,” ungkapnya.

Terpisah, Usman Kansong selaku Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, mempertanyakan angka kemenangan Prabowo-Sandi berjumlah 51 persen dan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya mendapatkan 44 persen. Pasalnya real count penghitungan itu jika dijumlah belum 100 persen.

‎”Kalau 44 tambah 51 persen, sisanya ke mana? Karena kalau dari TKN dan lembaga survei bila di jumlah besarnya sudah 100 persen. Karena kalau real count tidak ada lagi yang tidak memilih. Sisanya ke mana. Enggak masuk akal,” ujar Usaman kepada JawaPos.com.

Menurut Usman siapapun bisa membuat hitung-hitungan seperti itu. Namun pada akhirnya semua keputusan berpedoman pada hasil penghitungan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kita berpedoman pada hasil dari KPU sebagai lembaga sah yang akan menentukan. Siapapun bisa membuat penghitungan. Namun hasilnya yang harus diterima adalah KPU,” katanya.

Usman juga menambahkan, opini publik juga tidak akan terpengaruh terhadap hasil hitung-hitungan yang dilakukan oleh KPU. Pasalnya publik sudah menyakini kalau yang bisa dipercaya adalah KPU.‎

“Nah real countnya TKN tidak berbeda jauh dengan real count KPU. Selisihnya kurang dari satu persen,” pungkasnya.

‎Adapun, dari data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU hingga Selasa (14/5) pukul 17.00 WIB telah mencapai 665.057 dari 813.350 TPS atau 81,76 persen. Berdasarkan data Situng tersebut, selisih antara kedua pasangan calon presiden-calon wakil presiden masih 15,6 juta suara.

Dari data itu perolehan suara pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin sebesar 70.442.139 suara (56,25 persen). Sementara pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno 54.796.359 suara (43,75 persen). (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...