Sandi: Pemilu 2019, Brutal dan Paling Mematikan

Selasa, 14 Mei 2019 - 22:46 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno dan istrinya Nur Asia Uno setelah mencoblos di TPS 002. (Desyinta Nuraini/ JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno tampak tidak terima karena Pemilu dan Pilpres 2019 menyebabkan jatuhnya korban jiwa, mulai dari KPPS, panitia pengawas, dan juga aparat kepolisian.

Ia bahkan sampai menyebut pemilu kali ini merupakan terburuk sepanjang sejarah politik Indonesia, lantaran memakan korban jiwa sampai 500 orang.

‚ÄĚHarus menerima kenyatakan inilah pemilu yang paling banyak memakan korban. Pemilu yang paling mematikan sepanjang sejarah Indonesia,” ujar Sandiaga dalam acara di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Sandiaga meminta jatuhnya ratusan korban jiwa itu menjadi bahan evaluasi ke depan bagi penyelenggara pemilu.

“Sebuah pelajaran yang amat mahal. Harus dijadikan bekal bagi perbaikan penyelenggaran pemilu pada waktu yang akan datang,”

Baca Juga: Pemilu Kali Ini Paling Brutal

Sandiaga berujar, seluruh korban merupakan orang-orang yang gugur dalam menjalankan tugas kenegaraan. Ia juga berharap tidak lagi ada korban jiwa yang menambah daftar buruk pelaksanaan Pemilu 2019. (jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.