Diperiksa KPK Sebagai Saksi Sofyan Basir, Idrus Marham: Coba Ada, Aku Bagi-bagi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham untuk memberi kesaksian dalam kasus PLTU Riau-1. Dalam perkara ini, Idrus telah divonis tiga tahun penjara serta denda Rp150 juta subsider dua bulan kurungan.Selain Idrus, KPK juga memanggil Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero), Djoko R. Abumanan dan Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Amir Rosidin. Selain itu, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Senior Vice President Legal Corporate PLN, Deden Hidayat.Keempat orang tersebut diperiksa untuk melengkapi berkas perkara mantan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir. Sofyan merupakan tersangka dari kasus PLTU Riau-1.

“Mereka diperiksa dalam kapasitas saksi untuk tersangka SFB (Sofyan Basir),” kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (15/5).

Saat mendatangi gedung KPK, Idrus yang telah divonis dalam kasus tersebut lagi-lagi mengklaim tidak menerima terkait aliran suap PLTU Riau-1. Idrus mengaku belum mengetahui apa saja yang akan ditanya penyidik terkait pemeriksaan terhadap Sofyan Basir.

“Orang enggak menikmati kok dihukum gimana sih. Jadi, saya enggak menikmati. Jadi, enggak kasih loh, coba ada, aku bagi-bagi,” jelas Idrus.

KPK menduga, Sofyan Basir bersama-sama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham menerima suap dari pemegang saham Blackgold Natural Resources, Johannes B Kotjo.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...