Gepeng & Kemacetan Menyambut Pj. Wali Kota

Rabu, 15 Mei 2019 - 08:22 WIB
Muliyadi Hamid. (ist)

Oleh : Muliyadi Hamid

Meski hanya akan memimpin Kota Makassar kurang dari dua tahun, namun kinerja M. Iqbal Suhaeb sebagai Pj Wali Kota Makassar sangat diharapkan. Terutama untuk melakukan pembenahan berbagai hal yang belum dituntaskan oleh pendahulunya. Ada dua hal yang perlu mendapatkan perhatian yaitu masalah gelandangan pengemis dan kemacetan lalu-lintas.

Masalah kemacetan lalu lintas membutuhkan perhatian serius. Sebab hampir setiap hari di beberapa ruas jalan menjadi langganan macet. Terutama pada jam-jam tertentu. Khususnya menjelang jam masuk dan pulang kantor. Tentu banyak hal yang menjadi penyebabnya. Mulai dari ketersediaan ruas jalan yang semakin terbatas karena pertumbuhan kendaraan yang relatif lebih besar dari pertumbuhan ruas jalan.

Juga disebabkan karena kondisi transportasi massal yang belum optimal. Belum lagi perilaku berkendara yang belum disiplin dan tertib. Apalagi saat ini diperparah pula oleh adanya pengerjaan tol kota di sepanjang jalan A.P. Pettarani. Untuk mengatasi masalah kemacetan ini butuh kebijakan yang membatasi penggunaan kendaraan pribadi. Termasuk pembatasan jumlah angkutan kota. Yang perlu didorong adalah mengoptimalkan transportasi massal. Di samping itu, perlunya ketegasan aparat kepolisian dalam menegakkan aturan lalu lintas.

Sebab kita bisa lihat bagaimana perilaku pengendara yang sekenanya melanggar aturan. Misalnya melanggar rambu lalulitas, lampu jalan, dan sebagainya. Seolah tidak ada aturan yang berlaku di jalan raya. Sementara sangat minim penindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Ini salah satu yang makin memperparah kondisi kemacetan di Makassar.

Fenomena lain di jalan raya yang cukup meresahkan adalah banyaknya gelandangan pengemis (gepeng) yang mangkal di beberapa titik persimpangan jalan. Selain mengganggu pemandangan kota, juga sangat mengganggu arus lalu lintas. Terutama karena mereka umumnya masih kanak-kanak dan bergerombol. Belum lagi yang selalu mengatur perputaran kendaraan di separator jalan yang biasa dipanggil Pak Ogah. Mereka bukannya mengatur dan memperlancar arus lalin, bahkan malah sebaiknya menghambatnya.

Kondisi ini juga sangat rawan memicu kecelakaan lalu lintas. Maraknya gepeng atau lebih tepatnya anak jalanan ini mungkin lebih disebabkan karena lemahnya penertiban. Kondisinya seperti dibiarkan saja tanpa penanganan yang serius.
Oleh karena itu, Pj Wali Kota yang baru dilantik hendaknya memperhatikan kedua hal tersebut. Tentu saja bukan hanya kedua hal ini yang memerlukan perhatian, namun kedua merupakan yang perlu diprioritaskan. Akhirnya selamat menjalankan tugas semoga Makassar makin maju di tangan Anda. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.