Ini Beberapa Kecurangan Pemilu Versi Sandiaga Uno

Rabu, 15 Mei 2019 - 08:57 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Calon Wakil Presiden, Sandiaga Uno membeber sejumlah kecurangan yang terjadi selama rangkaian Pilpres 2019. Sandi-sapaan akrab Sandiaga, menyinggung tentang sulitnya mendapat tempat berkampanye.

Sandi mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri acara “BPN Prabowo – Sandiaga mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019” di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5).

“Semasa kampanye betapa sering kami mengalami sendiri, memperoleh perlakuan yang tidak adil, sulitnya perizinan, dan tempat yang pindah-pindah,” kata Sandi.

Bekas Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah daerah terkesan setengah hati memberi izin kampanye ke pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02. Pemerintah daerah hanya memberi izin lokasi kampanye, di tempat yang sulit diakses relawan dan pendukung.

“Tentu saja semua berlangsung dalam lingkungan pengelolaan yang cenderung berat sebelah. Membiarkan pelanggaran terjadi di mana-mana,” ucap dia.

Selain itu, Sandi mengeluhkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang bermasalah. Persoalan DPT ini tidak diselesaikan KPU hingga proses pemungutan suara Pilpres 2019 berlangsung.

“Kemudian persoalan penggunaan kotak suara berbahan kertas yang sekarang terbukti mudah dijebol, terbakar, atau rusak terkena banjir,” ungkap dia.

Prabowo: Menyerah Berarti Berkhianat pada Negara, Bangsa, dan Rakyat

Tidak hanya itu, Sandi mengeluhkan pengadangan pihak tertentu kepada saksi dan massa pendukungnya. Pengadangan itu mengakibatkan suara pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno jeblok di beberapa daerah.

“Ini semua menyebabkan perolehan suara kami di daerah tertentu itu nol,” ungkap dia. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.