Manchester City Bantah Laporan Larangan Bermain di Liga Champions

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MANCHESTER—Manchester City membantah laporan media yang mengklaim bahwa penyelidik UEFA diperkirakan akan mengusahakan larangan bermain di Liga Champions selama satu musim. Itu jika juara juara Liga Premier itu terbukti melanggar aturan keuangan.

The New York Times – dan kemudian BBC Inggris – melaporkan bahwa para penyelidik mendukung larangan itu, seandainya City memang benar-benar terbukti melanggar aturan fairplay keuangan sepakbola. Badan pengatur sepak bola Eropa, serta Liga Premier, keduanya menyelidiki klub atas tuduhan itu.

City awal tahun ini menyebut mereka “sepenuhnya salah” dan mengulangi pernyataan itu dalam sebuah pernyataan setelah laporan Times mengatakan bahwa Yves Leterme, ketua panel investigasi dewan kontrol keuangan independen UEFA, diperkirakan akan membuat rekomendasi minggu ini.

The Citizens mengajukan pertanyaan atas laporan Times, karena UEFA belum mengomentari investigasinya. Klub dalam sebuah pernyataan juga menegaskan, apa yang mereka lakukan semuanya sesuai peraturan. “Tuduhan penyimpangan keuangan sepenuhnya salah dan bukti komprehensif dari fakta ini telah diberikan kepada CFCB IC,” tegas City.

Penyelidikan ini adalah hasil dari klaim yang dibuat oleh majalah Jerman Der Spiegel, yang mengutip dokumen yang bocor untuk menunjukkan bahwa City telah melanggar aturan FFP.
Klub dengan keras membantah melakukan kesalahan dan para pejabatnya telah memperingatkan UEFA bahwa mereka akan melakukan respons agresif terhadap segala upaya untuk menghalangi klub dari kompetisi klub top Eropa.

City didenda oleh UEFA karena melanggar aturan FFP pada 2014. Skuat Liga Champions klub Manchester itu juga dikurangi untuk musim 2014-15. City memenangkan gelar Liga Premier keempat mereka dalam delapan musim pada hari Minggu tetapi belum pernah memenangkan Liga Champions. Makanya, sebagai target utama, mereka berharap bisa tampil di Liga Champions. (DPA/Newshub/amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment