Peduli Nasib Songkok Recca dan Tuannya, Ini yang Dilakukan Tim PKM Unhas

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Mahasiswa Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam TIM PKM bidang pengabdian kepada masyarakat melaksanakan kegiatan Magang Sore (Makkebbu Gangkannajaji Songkok Recca) di Kampung Watangunra, Bone, Sulawesi Selatan.

Ketua kelompok Tim pengabdian, Alimatun Najiha (20), mengatakan, kegiatan Magang Sore dilakukan selama empat pekan. Magang Sore itu sendiri terinspirasi dari kepanjangan Makkebbu gangkannajaji Songkok Recca, Makkebbu Gangkannajaji (membuat sampai jadi) dan kata sore merupakan singkatan dari  songkok recca

“Ini merupakan Program Magang Sore yang dilakukan Tim pengabdian kami, rencananya ada dua program lagi yang akan dilaksanakan pada pekan berikutnya. Program awal yang kami laksanakan adalah Simak Dahulu bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada kader tentang bagaima cara pembuatan songkok recca yang baik dan benar serta bernilai jual tinggi,” katanya.

Selanjutnya, ke program kedua yakni Saya Mampu Pahami. Di mana program ini ibu dan remaja sudah mulai membuat songkok recca.

“Tujuannya agar seorang ibu yang sudah tahu lebih dulu mengenai songkok recca dapat menuntun remajanya dalam proses pembuatan songkok recca. Remaja bersikap responsif dalam mempelajari proses serta membuat kerajinan tangan tradisional songkok recca yang kemudian hasilnya akan dipresentasikan pada kegiatan presentasi pada pekan berikutnya,” ungkap Imma, sapaan akrab mahasiswa prodi statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Unhas.

Kampung Watangunra dipilih sebagai lokasi pengabdian karena kampung yang terletak di Kabupaten Bone, Kecamatan Awangpone ini merupakan salah satu kampung yang banyak menghasilkan serat pelepah daun lontar. Serat pelepah daun lontar adalah bahan utama pembuatan songkok recca.  Songkok recca atau lebih dikenal dengan nama “Songkok to Bone” artinya songkok orang Bone yang merupakan suatu kebanggaan masyarakat bone.

Selama dua pekan, kegiatan diisi dengan pembelajaran awal mengenai songkok recca, pekan pertama program Simak Dahulu dan pekan kedua program Saya Mampu Pahami telah dilaksanakan dimana Ibu dan remaja akan saling berpasangan agar dapat menumbuhkan sikap kreatif dari seorang ibu dan sikap responsifnya remaja tersebut. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...