Penjual Kacamata Ini Ternyata Terduga Teroris

Rabu, 15 Mei 2019 - 12:29 WIB

FAJAR.CO.ID, MADIUN–Tim Densus 88 membekuk seorang terduga teroris. Dia penjual kacamata yang sehari-hari berdagang di dekat Pasar Sayur Caruban, Madiun, Jatim.

Penjual kacamata itu berinisial Jok. Sehari-hari dia berdomisili di Jalan Bromo, Desa/Kecamatan Mejayan.

Setelah dibawa Densus 88, Jok langsung diperiksa di Mako Detasemen C Brimob Polda Jawa Timur di Kota Madiun. Sayang, pejabat kepolisian di Madiun belum bersedia mengungkapkan keterlibatan pria 47 tahun tersebut.

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono hanya membenarkan adanya penangkapan terduga teroris itu.

”Benar ada penangkapan, tapi sepenuhnya dilakukan Densus 88,” katanya.

Di lokasi penangkapan. Misdi, penjual pisau yang mangkal di dekat kios Jok, menuturkan, penangkapan tersebut berlangsung cepat.

”Tak sampai lima menit. Semua tadi sempat kaget,” ujarnya.

Meskipun sehari-hari tinggal di Madiun, Jok diketahui berasal dari Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah. Jok diketahui kelahiran Temanggung, Jateng.

Misdi dan orang-orang di sekitar TKP sempat mengira penangkapan itu berkaitan dengan kasus narkoba.

”Tapi, belakangan warga tahu teroris karena tadi yang nangkap pakai seragam hitam-hitam dengan senjata laras panjang,” terang Misdi.

Sementara itu, pemilik servis motor di sekitar lokasi penangkapan bernama Beni menyatakan, Jok belum lama menyewa kios tersebut.

Baru sekitar dua bulan. Disewa untuk jualan kacamata,” tuturnya. Jok selama ini jarang membuka tokonya.

”Paling cuma seminggu dua kali. Bukanya juga tidak lama. Biasanya malah buka agak siang,” papar Beni.

Wartawan koran ini sempat menyambangi rumah kontrakan Jok. Tidak terlihat ada aktivitas di rumah tersebut.

Padahal, menurut warga sekitar, Jok selama ini tinggal bersama istri dan tiga anaknya.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat dimintai konfirmasi juga membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Madiun itu.

Alhamdulillah…, THR untuk Honorer Rp1 Juta

Pura-pura Minta Tolong, Kakek Cabuli Bocah 11 Tahun di Sungai

Namun, dia pun tak mau menjelaskan detail penangkapan tersebut. Alasannya, menjaga keamanan Tim Densus 88 yang bekerja di lapangan. Selain itu, Mabes Polri masih menunggu laporan dari tim antiteror tersebut. ”Kalau sudah ada laporan, nanti kami sampaikan,” kata Dedi. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.