PPK Panen Suap, Setiap Caleg Bayar Rp150 Juta-Rp200 Juta


“Keduanya masih kami amankan, untuk proses lebih lanjut, karena ini melukai pesta demokrasi dan banyak pihak,” kata Shinto.Atas kasus tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa, juga telah menonaktifkan lima anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pallangga. Itu untuk menindaklanjuti dugaan pergeseran suara caleg.”Untuk sementara, 5 PPK dinonaktifkan sambil menunggu proses pemeriksaan,” kata Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis.Karena ulah mereka, proses penghitungan suara Pemilu tingkat Kecamatan Pallangga sangat lama dan tak kunjung rampung. Bahkan, KPU Gowa terpaksa mengambil alih rekap ke kantornya.KPU pun mengambil sikap dengan melakukan pemeriksaan kode etik terhadap kelima PPK Pallangga ini. Bila kelima anggota PPK tersebut terbukti melanggar kode etik, maka KPU akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan.Muhtar Muis mengatakan, pada dasarnya kelima anggota PPK ini sudah dinonaktifkan dan sejauh ini memang baru dua di antaranya yang mengaku bekerja untuk caleg tertentu. Karena itu, memang patut diamankan.”Intinya KPU menonaktifkan kelima PPK ini untuk memperlancar proses pemeriksaan di Bawaslu,” katanya.Usut TuntasSementara itu, Bawaslu Gowa mulai melakukan pemeriksaan secara maraton (tanpa henti) terhadap anggota PPK yang diduga terlibat dalam kasus dugaan penggelembungan suara di tingkat PPK, hari ini.Khususnya terhadap lima anggota PPK Pallangga yang diduga sudah bermain. Dugaannya, mereka mengubah perolehan suara agar mendapatkan bayaran dari oknum caleg.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...