Terjadi Kasus Pelecehan Penumpang Ojol, Komnas Perempuan: Perlindungan Aplikator Lemah


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komnas Perempuan menilai pelecehan penumpang perempuan Grab oleh pengemudi mitra yang terus berulang, merupakan buntut dari tanggung jawab parsial operator yang lemah.Dari kejadian, seharusnya terjadi pembenahan yang sistematis dan menyeluruh. Peristiwa yang seringkali menimpa penumpang Grab itupun dibenarkan Komisi Nasional untuk Perempuan (Komnas Perempuan).Menurut Komisioner Komnas Perempuan, Imam Nakha’i, sejauh ini perlindungan konsumen dari aplikator lemah. Dia mengutarakan, selama ini aplikator tidak melakukan perubahan secara menyeluruh untuk meningkatkan perlindungan konsumen perempuan.“Jika terjadi pelecehan, terhadap pelaku, hanya dikeluarkan saja akunnya. Selebihnya korban yang menanggung,” tegasnya, Selasa, 14 Mei 2019.Imam mengungkapkan, sebenarnya kejadian seperti yang menimpa penumpang perempuan dari Grab, bisa dicegah. Pasalnya, kejadian serupa bukan pertama kali muncul.“Dari Komnas [Perempuan], kami mendorong aplikator juga membenahi sistem penerimaan pengemudi mitra. Harus mereka awasi, kaji, dan evaluasi siapa calon pengemudi, rekam jejak seperti apa,” ungkapnya.Di sisi lain, Imam melanjutkan tindakan pelecehan juga bersumber dari paradigma pelaku yang salah. “Relasi kekuasaan, dominasi, yang ada di kepala pelaku juga harus dibenahi,” tegas Imam.Paling anyar, pelecehan terhadap konsumen perempuan ramai diperbincangkan di sosial media, khususnya twitter dalam beberapa hari terakhir. Terhitung 13-14 Mei 2019, terlihat percakapan (mention dan retweeted) terkait pelecehan tersebut mencapai 135 postingan.Kasus itu bermula dengan seorang gadis, penumpang Grab, mengaku mengalami perlakuan pelecehan seksual. Pada 11 Mei, temannya bernama Sarah Noer pemilik akun twitter @noergasme, menayangkan kronologis kejadian yang menimpa si gadis.

Komentar

Loading...