22 Mei 2019

Kamis, 16 Mei 2019 - 07:54 WIB
Itji Diana Daud. (dok)

Oleh: Itji Diana Daud

Perhatian rakyat Indonesia dan negara akan tertuju pada hasil pemungutan suara pilpres yang akan resmi diumumkan tanggal 22 Mei 2019. Kita semua berharap, hari itu akan benar-benar menjadi penutup rangkaian Pilpres yang mungkin sangat melelahkan buat banyak orang Indonesia.

Setelah kita melaksanakan pemilu serentak 17 April 2019 dengan aman dan damai, tentu kita berharap kedamaian tersebut dapat bertahan hingga hasil ditetapkan. Sebab pesta demokrasi kali ini sangat melelahkan karena lamanya masa kampanye, masifnya hoaks, dan munculnya ujaran kebencian yang bertubi-tubi.

Kita memang mengakui bahwa Pilpres 2018 telah menciptakan polarisasi yang kuat masyarakat di tengah masyarakat. Dan mirisnya, polarisasi yang awalnya hanya bersifat politik, kemudian masih terbawa seusai pencoblosan dan berkembang kian sarat dengan nuansa agama, bahkan etnis.
Ketegangan, bahkan semakin meningkat jelang pengumuman hasil perhitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU pada tanggal 22 Mei 2019. Terutama karena masih gencar tuduhan bahwa telah terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilpres 2019.

KPU sudah berulang kali membantah tuduhan tersebut, namun sebagian orang tetap saja tak mengakui. Mungkin ini merupakan hal yang wajar dalam setiap kontestasi politik, di mana pihak yang dinyatakan kalah akan sulit menerima hasil pertarungan.
Persaingan dalam Pilpres 2019 harus segera kita selesaikan karena bangsa ini harus segera mulai membangun. Mari buang sekat-sekat perbedaan pandangan politik dan selera pilihan pada Pilpres 2019.

Lalu mari kita percayakan proses pemilu kepada KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara Pilpres 2019. Kemudian mulai merajut kembali kerukunan dan kedamaian pasca-pemilu karena tak ada untungnya jija kita terus-terusan berselisih dan berseteru.
Saatnya kita menebarkan kesejukan dan suarakanlah kedamaian demi kedamaian bangsa Indonesia. Pemilihan Presiden yang merupakan pesta demokrasi lima tahunan ini hanya sebuah proses kehidupan politik untuk mencari pemimpin yang akan memakmurkan bangsa dan negara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.