Awalnya Dikira Diculik Makhluk Halus, Ternyata Siswi SMP Ini Jadi Korban Pencabulan

Kamis, 16 Mei 2019 - 18:15 WIB

FAJAR.CO.ID,MAROS–Satuan Reskrim Polres Maros membekuk lima orang dari tujuh orang yang diduga pelaku tindak pidana persetubuhan anak atau perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, BT (16).

Kasat Reskrim Polres Maros, Iptu Deny Eko mengatakan kronologis kejadian ini berawal saat korban BT (16) yang masih berstatus siswi kelas 3 SMP meminta izin ke orang tuanya untuk buang air besar pada Minggu malam, 12 Mei.

Jarak rumahnya dengan WC umum agak jauh. Namun hingga larut malam, BT tak kunjung kembali dan saat dicari, orangtuanya hanya menemukan sehelai sarung bali milik korban.

“Orang tuanya pun khawatir dan mengira kalau anaknya ini diculik makhluk gaib, karena di dekat wc itu hanya ditemukan sarung yang dia pakai,” jelasnya.

Namun ternyata malam itu korban dijemput oleh seorang pelaku, AM (27) dengan motor. Dari hasil interogasi pelaku, lanjutnya, AM sebelumnya telah berkomunikasi dengan korban melalui media sosial.

Pelaku dan korban sendiri telah lama saling kenal di media sosial hingga akhirnya sepakat untuk bertransaksi seks pada malam itu dengan harga Rp50 ribu sekali kencan.

“Modusnya itu pelaku AM (27) menyapa korban melalui chat masenger Facebook. Sampai membicarakan masalah seks dan setelah asyik bicara seks, pelaku mengajak korban jalan. Dijawab oleh korban tidak ada yang gratis, dan akhirnya disepakati Rp50 ribu,” ungkapnya.

AM kemudian menjemput korban di Jembatan Biru,Kecamatan Tanralili dengan sepeda motor. “Korban terlebih dahulu dibawa ke terminal dan ngobrol sekitar 1 jam. Kemudian dibawa ke Jalan Baru, ke rumah EW (22). Disana korban disetubuhi oleh AM dan digilir ke tiga teman pelaku , EW (22), AH (20), RZ (18),” katanya.

Usai menggilir korban, AM kemudian membawa korban ke rumah AR di Jalan Makmur Daeng Sitakka.

“Korban dibawa ke tiga TKP. Disana itu disetubuhi dan dicabuli secara bergiliran oleh tujuh orang pelaku. Mulai pukul 12.00 Wita dini hari hingga subuh,” katanya.

Usai menggilir korban, tiga orang dari tujuh pelaku membayar korban dengan nomonal Rp38 Ribu. “Pelaku ini ada yang kasi Rp20 ribu, Rp15 ribu dan bahkan ada yang Rp3 ribu,” sebutnya.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku kemudian membawa korban pulang Senin pagi. Korban dibonceng oleh pelaku lainnnya.

“Korban dibawa pulang ke tempat ia dijemput oleh pelaku AM, tapi yang membawanya pulang bukan AM tapi pelaku lain. Saat dipulangkan, korban dilihat oleh seorang warga hingga dipastikan korban ini tidak diculik makhluk halus,” katanya.

Saat diinterogasi, korban akhirnya mengaku telah disetubuhi dan dicabuli oleh 7 orang pelaku.

“Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, kita langsung bergerak dan berhasil mengamankan kelima pelaku. Tapi dua orang masih ada yang DPO. Semua kita proses, karena korban ini masih dibawah umur makanya kita pakai Undang-undang perlindungan anak untuk menjerat semua pelaku,” ungkapnya.

Akibat perbuatan pelaku diancam dengan Undang Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.