Bupati Basmin Tinjau Lahan Padi, Petani Sebut Mesin Perontok Belum Mencukupi

Kamis, 16 Mei 2019 - 10:15 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, BELOPA — Meski mesin alat perontok bulir padi milik swasta sering bersileweran di jalan, petani di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu menilai itu belum cukup. Masih banyak lahan padi yang sudah tua yang belum dapat dipanen akibat kekurangan alat pemotong padi.

Camat Bua, Setti Latief, mengatakan, alat perontok padi saat ini sangat kurang. ”Ini karena bersamaan panen. Makanya, alat perontok padi tidak mencukupi,” kata Setti Latief kepada FAJAR.

Menurutnya, alat perontok padi milik petani terhitung banyak, tapi dalam kondisi panen bersamaan membuat banyak lahan pertani membutuhkan. Lahan yang panen bersamaan di Luwu culup luas. Terutama di Desa Lengkong dan Desa Puty.

Padi di daerah ini sudah waktunya panen. Tapi mesin perontok tidak cukup. Sementara tulang mesin dros juga tidak mau memotong padi yang lahannya becek. Sebab, mesin drop juga merupakan impor dari Sidrap. Jumlahnya juga terbatas. ”Kalau dibiarkan padi petani akan rusak. Lewat masa panen,” paparnya.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang, telah memerintahkan Kepala Dinas Pertanian, Andi Pangerang untuk menyiapkan mesin alat perontok. Tapi jangan dibagikan kepada petani. Simpan di kantor Pemda. Nanti dibutuhkan seperti ini baru dibawa ke lahan pertanian warga untuk digunakan petani. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.