JK : Indonesia Komitmen Aktif Promosikan Hukum Humaniter Internasional


FAJAR.CO.ID,JENEWA–Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan ICRC, terutama selama penanganan gempa bumi dan tsunami di Palu tahun lalu. Itu diungkapkan JK saat bertemudengan Presiden International Committee of the Red Cross (ICRC) Peter Maurer di sela Sidelines of Global Platform on Disaster Risk Reduction, Jenewa, Kamis, (16/05).JK juga mengaku gembira terkait kerja sama antara Indonesia dan ICRC dalam mempromosikan penerapan Hukum Humaniter Internasional (International Humanitarian Law/ IHL) telah tumbuh lebih kuat.Lebih jauh Wapres menceritakan, Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang tentang Kepalangmerahan (UU Nomor 1 Tahun 2018). Undang-undang ini berfungsi sebagai peraturan menyeluruh yang akan melindungi personil Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menjalankan tugasnya di luar negeri atau di dalam wilayah nasional Indonesia.“Elemen-elemen utama undang-undang ini sangat relevan dengan prinsip-prinsip yang diabadikan dalam Hukum Humaniter Internasional, seperti memberikan perlindungan penuh kepada personil Palang Merah Indonesia selama bertugas sebagai aktivis kemanusiaan dan penggunaan logo Palang Merah Indonesia berdasarkan Konvensi Jenewa 1949,” terangnya mengawali pembicaraan.Selain itu, Wapres juga menyinggung isu tentang perlindungan sipil yang menurutnya Indonesia percaya peran penting aktivis kemanusiaan di masa perang dan krisis. Karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa kehidupan personil kemanusiaan dalam perang dan krisis harus dilindungi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...