KPPU Selidiki Kasus Diskriminasi Terhadap Driver Grab


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mendalami maraknya perang tarif hingga promo jor-joran operator penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi dan perlakuan diskriminasi Grab terhadap mitra driver mereka.Ketua KPPU Daerah Medan, Ramli Simanjuntak mengatakan, selain mendalami perang tarif dan perlakuan diskriminasi, pasca penyesuaian penerapan tarif baru ojek online, pihaknya juga terus mendalami perlakuan penyedia aplikasi tersebut terhadap konsumen mereka.”Untuk penyelidikan indikasi diskriminasi yang Grab masih tetap berjalan. Kita tunggu hasil tim di Jakarta ini sudah karena dianggap kasus nasional,” kata mantan Ketua KPPU Daerah Makassar tersebut.Diketahui, penyedia layanan ojek online Grab disebutkan menjalankan pola diskriminasi terhadap para driver mitra kerja mereka di Medan.Dalam praktiknya, aplikator berbagi tumpangan asal Malaysia itu lebih memprioritaskan memberikan pesanan bagi mitra pengemudi Grab Car yang berada di bawah naungan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (PT TPI), dari pada mitra yang belum tergabung dalam naungan anak perusahaan tersebut.Perlakuan diskriminasi ini telah memicu terjadinya aksi unjuk rasa mitra pengemudi di Medan. “Tim nya sedang bekerja. Jadi kita tunggu aja. Masih dalam penyelidikan, jadi belum mau dibuka,” tulis Ramli dalam layanan pesan singkat.Terkait aksi perang tarif yang terindikasi ke arah monopoli, dia menyebutkan, belum ada temuan yang mengarah ke dugaan tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap memonitor dampak perang tarif yang jor-joran tersebut.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...