Makassar Pasar Seksi Hunian Vertikal

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Untuk wilayah timur Indonesia, Makassar masih merupakan kota terbesar yang menjadi barometer perekonomian kota-kota di wilayah timur Indonesia. Hebatnya, di saat ekonomi nasional lesu, Kota Makassar pada tahun 2018 masih mencatat angka pertumbuhan 7,99 persen, peringkat ke-2 pertumbuhan ekonomi nasional setelah Ternate sebesar 8,02 persen, dan mendapatkan pujian dari Presiden RI, Joko Widodo.

Sejalan dengan pesat pertumbuhan ekonominya, kebutuhan akan hunian di inner city (tengah kota) bagi urban Makassar pun terus meningkat. Namun semakin langka ketersediaan lahan di tengah kota, membuat harga tanah meningkat signifikan.

Kondisi itu menjadi alasan mengapa hunian vertikal atau apartemen menjadi pilihan utama bagi para profesional dan keluarga muda yang tetap ingin tinggal di dalam kota yang dekat dengan tempat kerja mereka.

Tak heran kalau pasar apartemen di Makassar dalam dua tahun terakhir masih bergairah, khususnya di segmen menengah. Tak hanya dari sisi demand (permintaan), dari sisi supply (penawaran) juga meningkat cukup signifikan.

Menurut Nicko Limanta Project Manager Vida View Apartments, Makassar, potential market apartemen di Makassar masih sangat besar. Apalagi di lokasi-lokasi yang sedang berkembang, misalnya daerah Panakkukang. Di wilayah ini supply unit apartemen relatif belum banyak, tapi demand-nya terus meningkat.

“Makassar sudah semakin padat, karena itu masyarakat, terutama keluarga muda yang tetap ingin tinggal di Kota Makasar sudah pasti harus mempertimbangkan untuk mengambil hunian vertikal, dengan pertimbangan aksesibilitas, kepraktisan, dan lifestyle. Menggiurkannya pasar apartemen di Makassar mendorong beberapa developer mengembangkan proyek-proyek apartemen baru,” kata Nicko, Kamis (16/4/2019). (*/iad)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...