Mengenal Lebih Jauh Seputar Menstruasi

Kamis, 16 Mei 2019 - 11:09 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Saat ini, masih banyak perempuan di Indonesia yang belum mengerti mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan area kewanitaan ketika mengalami menstruasi untuk pertama kalinya dan informasi mengenai mentruasi itu sendiri.

Padahal, pada saat menstruasi, risiko infeksi meningkat karena jumlah bakteri buruk di area kewanitaan bertambah dengan tingginya tingkat keasaman pH pada darah yang dikeluarkan.

Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) dari Perkumpulan Obstetri & Ginekologi Indonesia (POGI) terlebih dahulu menjelaskan mengenai alar reproduksi. Alat reproduksi wanita terdiri dari rahim, indung telur (ovarium), tuba fallopi (tabung falopi), leher rahim (serviks), dan vagina.

Vagina atau yang sering disebut “Miss V” ini dalam proses persalinan, dinding saluran yang sangat elastis ini dapat mengembang dan menjadi jalan keluar bayi. Selain itu, vagina juga menjadi saluran keluarnya darah menstruasi.

Mengenali Menstruasi Normal

Dikatakan normal apabila panjang siklus menstruasi (jarak antara hari pertama menstruasi dengan hari pertama menstruasi berikutnya) antara 21-35 hari, dan idealnya 28 hari.

Lama haid (hari mulai keluarnya darah menstruasi hingga hari terakhir keluarnya darah menstruasi) antara 3-7 hari. “Jika kurang dari tiga berarti hormonnya tidak cukup. Jika usia saat haid 17 tahun seharusnya hormonnya sudah baik,” kata dr. Dwiana pada media gathering Betadine Feminine Hygiene di Jakarta, kemarin.

Menstruasi juga dikatakan normal apabila antara satu masa menstruasi dengan masa menstruasi berikutnya ada masa bersih dari keluarnya menstruasi. Selain itu, wanita yang menstruasi akan merasa tidak nyaman pada perut bagian bawah (hanya terjadi saat keluarnya menstruasi).

Mengapa demikian? Karena pada proses ovulasi, folikel yang matang akan pecah dan mengeluarkan sel telur ke tuba falopi untuk dibuahi. Pada tahapan ini lapisan rahim telah menebal untuk mempersiapkan sel telur yang telah dibuahi. Jika pembuahan tidak terjadi, lapisan rahim serta darah akan luruh keluar melalui leher rahim lalu ke vagina.

GejaIa/Tanda Waspada Menstruasi

Semua wanita harus mewaspadai menstruasi yang tidak normal. Adapun gejala/tanda menstruasi yang harus diwaspadai yakni apabila panjang siklus haid kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.

Lama haid kurang dari 3 hari. Haid kurang dari 3 hari dan tidak rutin bisa jadi ada masalah hormon yang berasal dari kelenjar pituitari (hipofisis) dan hipotalamus (yang dapat memengaruhi fungsi ovarium), disfungsi tiroid, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).  Ini adalah beberapa kondisi yang dapat mengubah siklus atau lamanya waktu menstruasi.

Darah yang keluar sedikit sekali (hanya flek-flek) atau banyak sekali (hingga bergumpaI-gumpal). Tidak pernah ada masa bersih haid.

Terlalu banyak mengeluarkan darah menstruasi atau terlalu lama bisa menyebabkan anemia. Volume darah haid yang keluar rata-rata mencapai 35-50 ml atau sekitar tujuh hingga 10 sendok teh per hari. Sementara, per 30 ml volume darah yang hilang pada periode itu, wanita kehilangan 30 mg zat besi.

“Nyeri menstruasi berlebihan mulai sebelum hingga setelah menstruasi, dan mengganggu aktivitas serta darah yang keluar disertai bau tidak nyaman yang berlebihan juga perlu diwaspadai,” jelas dr. Dwiana.

“Untuk itu kebersihan area kewanitaan harus lebih diperhatikan ketika menstruasi,” jelasnya.

Menjaga Kesehatan Saat Menstruasi

Lebih lanjut dr. Dwiana menjelaskan tujuan utama menjaga kesehatan saat menstruasi ialah untuk mencegah terjadinya infeksi dan anemia. Karena, penumpukan darah haid di rongga rahim, rongga vagina, area kewanitaan dan pembalut akan menjadi media tumbuhnya bakteri dan jamur.

Darah yang keluar saat haid dapat menyebabkan turunnya kadar sel darah merah dalam darah (kadar Hemoglobin/HB darah). “Jika darah menstruasi 100 cc maka kita akan kehilangan 1 Hemoglobin,” ujarnya.

Kiat Menjaga Kebersihan Saat Menstruasi

Untuk menjaga kesehatan area kewanitaan saat menstruasi dimana risiko infeksi meningkat, maka penting sekali upaya membersihkan organ kewanitaan secara teratur. Penggunaan pembersih khusus kewanitaan yang merupakan antiseptik dengan pH sesuai kondisi area kewanitaan.

“Pada kondisi normal, pH area kewanitaan idealnya 3,5 – 4,5 tapi pada saat menstruasi meningkat menjadi 7,4. Ketika pH meningkat, jumlah bakteri baik di area kewanitaan akan menurun sehingga risiko infeksi meningkat,” jelas dr. Dwiana.

Menggunakan pembalut yang bersih dan dapat menyerap darah yang keluar dengan baik serta menggantinya secara berkala minimal setiap 4 jam (idealnya setiap 2 jam).

Umumnya panjang siklus menstruasi sekitar 28 hari. Namun tidak sedikit yang memiliki panjang siklus berbeda-beda dikarenakan kondisi hormonal yang berbeda juga.

“Apabila ada gejala yang tidak normal dirasakan saat menstruasi, maka dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter,” jelas dr. Dwiana.

Tidak hanya harus rajin dibersihkan pada saat menstruasi, sehari-harinya area kewanitaan juga harus mendapat perhatian khusus agar terhindar dari berbagai ancaman tersembunyi, seperti infeksi jamur, bau tidak sedap, sampai peradangan pada area kewanitaan tersebut.

“Membersihkan area kewanitaan secara teliti dan berkala dengan cara yang benar. Menggunakan air bersih mengalir dengan cairan pembersih (antiseptik) yang sesuai untuk area kewanitaan,” jelasnya.

Selain itu ancaman area kewanitaan yang penting diketahui oleh perempuan adalah kanker serviks. Kanker serviks menjadi pembunuh wanita terbesar di Indonesia dengan 15.000 kasus setiap tahunnya. Merawat sendiri area kewanitaan itu penting.

“Tapi bagi yang sudah melakukan kontak seksual, jangan lupa periksa ke dokter secara teratur untuk dilakukan upaya pencegahan kanker serviks, minimal 3 tahun sekali,” ungkap dr. Dwiana.

Mundipharma Indonesia melalui produk Betadine selalu menyediakan produk berkualitas tinggi dan berkomitmen untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat Indonesia, dalam hal ini perempuan dalam menjaga kesehatan area kewanitaan mereka.

Head of Brand Strategy and Category Development Mundipharma Indonesia menjelaskan, Betadine Feminine Care menyediakan rangkaian produk untuk area kewanitaan dan merupakan rangkaian paling lengkap di dunia.

“Mulai dari pembersih kewanitaan sehari-hari dengan prebiotik, pembersih kewanitaan dengan kandungan daun sirih dan prebiotik, pembersih kewanitaan khsusus untuk menstruasi dan untuk mengatasi infeksi area kewanitaan yang dilengkapi dengan aplikator hingga tisu basah pembersih kewanitaan dengan prebiotik yang biodegradable atau flushable,” jelas Adi.

Betadine Feminine Hygiene yang mengandung Povidone Iodine 10% merupakan salah satu solusi yang telah terbukti secara medis dalam menjaga kebersihan kewanitaan saat risiko infeksi meningkat termasuk selama periode menstruasi.

“Ini bisa digunakan saat dibutuhkannya perhatian khusus pada daerah kewanitaan seperti saat periode menstruasi atau ketika terjadi infeksi di daerah kewanitaan,” tambah Adi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.