PDIP Cium Aroma Permainan Suara di Ibu Kota

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–KPU RI sudah memulai pleno rekapitulasi suara tingkat nasional sejak beberapa hari lalu. Namun, KPU DKI Jakarta hingga hari ini belum menyelesaikan rekapitulasi tingkat provinsi. Pasalnya, ada satu kecamatan yang harus dihitung ulang suaranya.

Kecamatan yang dimaksud adalah Pulogadung, Jakarta Timur. Dalam pleno rekapitulasi tingkat kota ditemukan hasil penghitungan suara untuk DPR RI di kecamatan berbeda dengan kelurahan.

“Penghitungan berjalan alot karena ada perbedaan data. Padahal dua-duanya produk PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan),” ujar saksi dari PDIP, Eko Wicaksono, di Gedung KNPI Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (16/5) dini hari.

Akibat permasalahan ini, KPU RI terpaksa kembali memberi perpanjangan waktu bagi KPU DKI untuk menyelesaikan proses rekapitulasi. Padahal, sebelumnya KPU sudah memberikan perpanjangan tiga hari.

Kini, penghitungan suara ulang di Kecamatan Pulogadung mengacu pada plano DAA1. Eko pun menduga kekacauan ini disebabkan ada oknum yang mencoba bermain.

“Indikasi saya ada yang mencoba bermain untuk caleg dan partai tertentu. Jika memang terbukti melakukan hal tercela, KPU harus memberikan sanksi berat kepada PPK Pulogadung,” kata Eko.

Sementara itu, Komisioner KPU Jakarta Timur Divisi Teknis Penyelenggaraan, Suhanda mengakui, pleno belum kelar karena adanya kesalahan penghitungan suara untuk DPR RI. Sebenarnya, perbedaan hasil hanya ditemukan di Kelurahan Cipinang.

Namun, untuk memastikan bahwa hasil rekapitulasi benar-benar bersih dari kesalahan, penghitungan ulang dilakukan untuk seluruh kelurahan di Pulogadung. Selain harus menghitung ulang tujuh kelurahan, Suhanda menuturkan penghitungan ulang suara merembet ke jenis pemilihan DPRD dan DPD.

Dilapor BPN Prabowo, Bawaslu Nyatakan KPU Salah

“Karena ada perbedaan di DPR makanya kita cek seluruhnya. Kita hitung lagi semua kelurahan, di Pulogadung ada 7 kelurahan,” ujarnya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...