Pemda Bone Tekan Inflasi Dengan Pasar Murah

Kamis, 16 Mei 2019 - 15:21 WIB
Foto: Bayu Firmansyah/FAJAR

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Pemerintah Kabupaten Bone menggelar pasar murah. Hal itu dlakukan untuk membantu masyarakat mendapat sembako dengan harga murah, Kegiatan itu juga diharapkan bisa menekan inflasi.

Saat ini di pasar tradisional Kabupaten Bone beberapa kebutuhan dapur masyarakat harganya masih tinggi, bawang putih misalnya. Dari pantauan Fajar di pasar Palakka Kabupaten Bone, pedagang masih menjual bawang putih Rp50 sampai Rp55 ribu rupiah. Sedangkan bawang mera sendiri juga harganya berfariasi, tergantung asal dan kualitasnya.

“Kalau bawang merahnya dari Bima mahal bisasa dijual 35 atau 40 ribu perkilo. Kalau dari Enrekang murah, tiga puluh ribuji,” kata Mardiana, salah satu pedagang di pasar Palakka.

Untuk menjaga inflasi tetap stabil, pemerintahan Kabupaten Bone bersama Bulog dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), TNI Polri mengadakan pasar murah, yang dipusatkan di Jl Veteran Bone.

Disana masyarakat bisa berbelanja kebutuhan pokok dengan harga yang muarah jika dibandingka harga sembako di pasaran. Bawang putuh contohnya, dipasar murah ini masyarakat bisa membeli dengan harga Rp40 ribu saja, bawang merah Rp30 ribu.

“Kalau harga telur diasar ada 43 ribu yang kecil, 45 ribu yang sedang dan 47 ribu yang besar per rak, Dipasar murah ini kita jual 40 ribu saja,” kata Misnawati salah satu penjaga stand di pasar murah itu.

Wakil Bupati Kabupaten Bone, Ambo Dalle menjelaskan kegiatan pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat high level meeting pada awal bulan Mei yang lalu. “Ini dalam rangka untuk menjaga stabilitas harga dibulan ramadan, sehingga kita hadirkan pasar murah ini,” terang Ambo Dale. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.