Tim Asistensi Bentukan Menkopolhukam Dinilai Inkonstitusional

Kamis, 16 Mei 2019 - 17:37 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Alumni Fakultas Hukum UMI dan juga Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia ( Peradi) Kota Ambon, Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H. menilai tim Asistensi  bentukan Menkopolhukam adalah Inkontitusional.

Fahri menilai corak serta orientasi “Beleeid” dimaksud merupakan suatu pengaturan yang bersinggungan dengan yurisdiksi penyelenggara kekuasaan kehakiman, apalagi tujuan mendasar di balik pembentukan tim adhoc tersebut sangat bertentangan dengan kaidah demokrasi dan hak asasi manusia.

“Penekanannya adalah kebebasan berpikir dan berpendapat kelompok warga negara yang telah secara tegas diatur dan dijamin oleh konstitusi, sebagaimana ternyata diatur dalam pasal 28 Jo pasal 28E Ayat (2) dan (3) UUD NRI 1945,” lanjutnya.

Lanjut Ketua Peradi Kota Ambon ini mengatakan jika asistensi hukum ini menjalankan tugasnya, maka secara operasional akan terjadi aktivitas tumpang tindih “overlapping” dengan kewenangan berbagai organ serta aktor penegak hukum konvensional yang ada.

serta berpotensi destruktif terhadap independensi judicial dalam konteks “law enforcement” karena adanya penyerupaan fungsi judicial quasi-penyelidikan dan/atau quasi-penyidikan terhadap kewenangan pro justicia.

“Jangan sampai publik menilai pemerintah sedang mendayagunakan potensi politik kekuasaan selain untuk mengintervensi independensi hukum tetapi juga akan menimbulkan syndrom kegaduhan dan ketakutan bagi warga negara yang tentunya sangat tidak sejalan dengan iklim demokrasi konstitusional,” katanya.

Ia berharap segala kebijakan negara haruslah bersandar pada esensi dan hakikat negara kita sebagai negara hukum yang diatur dalam ketentuan Pasal 1 Ayat (2) UUD NRI 1945 yaitu Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.

“Negara Indonesia adalah negara hukum” kita harus kembali pada bagaimana membangun kultur berhukum kita yang sejalan dengan kaidah-kaidah konstitusionalisme,” ungkapnya. (rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.