Alasan Sabotase


Bolton-lah yang sejak lama anti-Iran. Termasuk ia juga yang mendorong Trump untuk membatalkan sepihak perjanjian internasional pelucutan nuklir Iran. Yang bikin Inggris, Prancis, Russia, dan Tiongkok sewot -tetapi tidak bisa banyak berbuat.Negara-negara itu sebenarnya memihak Iran. Tetap mengizinkan perusahaan mereka berbisnis dengan Iran.Namun perusahaan itu sendiri yang takut. Bisnis mereka dengan Amerika jauh lebih besar. Secara bisnis lebih baik mengorbankan Iran. Dari pada kehilangan bisnis dengan Amerika.Bolton jugalah yang pro serangan ke Iraq dulu. Bahkan ia juga pro-penyerangan terhadap Vietnam Utara. Saat itu umurnya baru 20-an tahun. Pada tahun 1969 itu.Kini Bolton sudah berumur 70 tahun. Hidup rukun dengan istrinya. Dan satu putrinya.Jabatan resminya sangat strategis: penasihat keamanan nasional Presiden Trump.Bolton jugalah di balik ancaman serangan pada Korea Utara. Yang tujuan akhirnya tunggal: gulingkan Kim Jong-Un.Seperti misinya yang lain: gulingkan Nicolás Maduro di Venezuela, gulingkan Ayatollah Khamenei di Iran, gulingkan Bashar Assad di Syiria.Bolton adalah lulusan terbaik Yale University: summa cum laude. Salah satu universitas terbaik di Amerika. Lalu menjadi pengacara.Bergabung ke Partai Republik. Menjadi tokoh ekstrem kanan. Dan pernah ingin menjadi calon presiden. Ia kalah sebelum babak penyisihan tingkat partai.Bolton pernah dicela. Sebagai salah satu pendukung Perang Vietnam ia tidak mau berangkat perang. Saat ia berumur 17 tahun.

“Waktu itu saya menjelang lulus. Dan lagi saya tidak mau mati di sebidang sawah di Asia Tenggara,” katanya. Namun sebenarnya ia sudah menandai di Perang Vietnam itulah Amerika akan kalah.

Waktu itu mencari sukarelawan perang kian sulit. Gerakan anti-Perang Vietnam meluas di Amerika. Banyak yang menolak dikirim ke Vietnam. Termasuk yang masih Anda ingat: petinju Muhammad Ali. Yang sampai dijatuhi hukuman berat: gelar juara dunianya dicopot.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar