Austria Sahkan Aturan Pelarangan Hijab, Komunitas Muslim Tempuh Langkah Hukum

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WINA – Parlemen Austria telah mengesahkan rancangan undang-undang pelarangan jilbab di Sekolah Dasar, yang diajukan pemerintahan koalisi yang terdiri dari partai kanan tengah VP dan partai ultra kanan FP.

ilansir dari Guardian, Kamis (16/5), UU yang baru itu tidak menyebut Islam atau kaum muslim secara langsung, namun dalam teksnya menyebutkan melarang “pakaian yang dipengaruhi secara ideologis atau agama yang dikaitkan dengan penutup kepala.”

Pemerintah Austria menjelaskan, penutup kepala Yahudi “yarmulke” atau penutup kepala anak-anak lelalki Sikh “patka” tidak termasuk dalam larangan itu. Karena UU yang baru itu merujuk pada penutup kepala yang “menutupi semua rambut atau sebagian besar dari itu.”

Tidak termasuk dalam larangan itu juga adalah penutup kepala dengan alasan medis atau perlindungan terhadap hujan atau salju.

“Undang-undang baru itu dimaksudkan untuk “membebaskan anak-anak perempuan dari penindasan,” kata Anggota parlemen dari partai VP Rudolf Taschner.

Sedangkan Juru bicara pendidikan dari partai FP, Wendelin Mlzer menerangkan, UU itu dimaksudkan sebagai sinyal tegas “melawan Islam politik” dan mempromosikan integrasi warga muslim.

Mantan menteri pendidikan dari Partai Sosialdemokrat Austria SP, Sonja Hammerschmid, menuduh pemerintah hanya mencari sensasi menjadi berita utama media, ketimbang menyelesaikan masalah integrasi atau pendidikan.

Organisasi komunitas muslim Austria, IGG, mengatakan, akan melakukan langkah hukum menentang UU yang “destruktif” itu, yang “secara eksklusif mendiskriminasi warga muslim.” (der/fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...