Bawaslu Putuskan KPU Melanggar, Pengamat: Arif Budiman Harus Minta Maaf

Jumat, 17 Mei 2019 - 18:46 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bawaslu memutuskan bahwa, KPU telah melanggar tata cara dan prosedur dalam penginputan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). Putusan tersebut mendapat respon dari sejumlah pengamat, salah satunya Emrus Sihombing. Bahkan, Emrus mengungkapkan KPU harus mengutarakan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesalahan yang terjadi.

“Tidak ada salahnya KPU minta maaf kepada publik. Karena situng ini menyangkut suara dan kedaulatan rakyat. Sangat prinsip,” kata Emrus di Jakarta, kemarin.

Meski sudah diputuskan bahwa melanggar, namun Bawaslu menginginkan agar proses situng tetap dilanjutkan. Menanggapi hal tersebut pun Emrus mengungkapkan bahwa KPU dalam bekerja tentu tidak terlepas dari kesalahan. Namun dirinya tetap mendorong agar KPU mengutarakan permohonan maaf kepada publik.

“Tidak hanya sekedar memperbaiki sistem, tapi KPU juga harus mengutarakan permohonan maaf. Ini bagian dari etika KPU khususnya Ketua KPU Arif Budiman untuk meminta maaf kepada masyarakat,” tegasnya.

Dirinya pun mengungkapkan bahwa, gugatan yang telah dilayangkan oleh kubu Prabowo-Sandi kepada Bawaslu adalah bentuk dari koreksi bersama. “KPU bisa saja lakukan kesalahan atau ada kekurangan dan kelemahan. Pengajuan gugatan itu sangat bagus. Putusan Bawaslu juga harus kita apresiasi sekaligus teguran untuk KPU supaya jangan sembarangan bekerja. Tidak boleh kita main-main dengan suara rakyat,” pungkasnya. (yog)