BRIGTHBURN, Ketika Superhero Menjadi Jahat dan Sadis

Jumat, 17 Mei 2019 - 13:52 WIB

Oleh: Jeri Wongiyanto
Pecinta dan Pengamat Film

Apa jadinya jika sosok superhero layaknya Superman menjadi sangat jahat? Meneror bahkan membunuh orang yang tidak disukainya?

Kisah Superman sudah sangat dikenal sejak dulu. Sosok superhero yang jatuh ke bumi dengan kapal luar angkasa dari planet Krypton, kemudian ditemukan pasangan suami istri di sebuah ladang peternakan. Ia kemudian dirawat dan dibesarkan sehingga menjadi pahlawan bagi umat manusia, pembela kebenaran yang siap mengorbankan jiwa raganya.

Karakter yang diciptakan DC Comics pada 1930-an ini memiliki banyak kekuatan super. Dia bisa mengeluarkan sinar laser dari matanya, memiliki tubuh yang sangat kuat untuk bisa mengangkat benda apa saja dan juga bisa terbang.

Ya, ini adalah cerita Superman. Dan, dasar inilah yang dipakai di film “Brightburn” yang disutradarai David Yarovesky dan diproduseri James Gunn—sutradara Guardians of the Galaxy. Bedanya, di sini, sosok super itu berbentuk sebagai ABG yang menggunakan kekuatan besar untuk kejahatan.

Gunn kemudian memelintir kisah asal usul Superman itu. Dengan memasukkan unsur anti-hero. Apa jadinya jika sosok bayi dari planet lain itu bukan tumbuh menjadi superhero tetapi menjadi sosok yang berkepribadian suram dan pemarah yang sangat sadis. Hasilnya adalah film horor sci-fiction “Brigthburn”.

Berkisah tentang  pasangan Kyle dan Tori Breyer (Elizabeth Banks) sudah lama mendambakan anak. Pasangan yang tinggal di Kansas itu kemudian menemukan bayi yang datang dengan pesawat alien di hutan. Pasangan itu lantas merawat anak itu sebagai anak mereka dengan nama Brandon.

Di awal kehidupannya, Brandon tampak seperti anak normal. Namun, ketika dia menginjak usia 12 tahun, semuanya berubah. Brandon mulai menemukan kekuatannya. Namun, dia tidak menggunakan kekuatan itu untuk kebaikan. Dia menggunakannya untuk meneror orang-orang yang dia rasa mengancam keberadaannya dan serta tujuannya. Brandon menjadi sosok superhero yang sangat jahat.

Menyaksikan film ini penonton diajak bersabar, karena alurnya dibuat lambat demi menjaga kesan horor dan misteri.

Namun sayang tidak banyak adegan-adegan yang benar-benar membuat penonton tegang, walau ada beberapa kejutan. Sosok Brandon hingga akhir film pun masih tetap akan menjadi misteri.

Asal usulnya sangat dangkal. Mungkin karena film akan dibuat sekuelnya. Tetapi setidaknya, sudah ada  pondasi yang dibangun di awal kisah. (*)