Hanura Gagal ke Senayan, Kader Minta OSO Tanggung Jawab

Jumat, 17 Mei 2019 - 14:31 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Mantan Wakil Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wishnu Dewanto menilai, Oesman Sapta Odang (OSO) yang harus bertanggung jawab atas kegagalan Hanura lolos ke Senayan.

Wishnu mengemukakan pandangannya menyikapi komentar OSOm yang sebelumnya terkesan menyalahkan Wiranto atas kegagalan Hanura memenuhi ambang batas parlemen sebesar empat persen.

“Saya justru melihat yang pantas dipersalahkan itu OSO sebagai ketua umum. Dia harus bertanggung jawab sebagai pemimpin tertinggi dalam sebuah parpol,” ujar Wishnu di Jakarta, Jumat (17/5).

Menurut Whisnu, sangat tidak etis OSO melempar tanggung jawab ke Wiranto. Apalagi Wiranto sudah memberikan modal besar ke OSO untuk menakhodai Hanura.

Terbukti, Menko Polhukam tersebut dua kali membawa Hanura lolos ke Senayan. Tepatnya pada Pemilu 2009 dan 2014 lalu. Sementara saat Hanura dipimpin OSO, Hanura tak memenuhi ambang batas parlemen.

“Jadi, kalau Hanura tak lolos ke Senayan pada pemilu kali ini, itu yang dilihat figur OSO,” katanya.

Wishnu yang kini menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) ini, juga mempertanyakan pertanggungjawaban OSO yang disebut telah mengganti AD/ART partai di Rapimnas Bali 2017 lalu.

KPU Siap Tetapkan Capres/Cawapres Terpilih 28 Mei

“AD/ART dilakukan pada Rapimnas Hanura 2017 di Bali yang mengubah kewenangan Ketua Dewan Pembina Hanura. Penggantian AD/ART di rapimnas itu inkonstitusional, ilegal. Mengganti AD/ART itu forumnya munas,” pungkas Wishnu. (jpnn)