Jupel dan Pemandu Diberi Pelatihan Memelihara Potensi Wisata


Sehingga kelestarian dari Goa dan benda yang ada didalamnya akan lebih baik.Dia juga mengatakan dalam kegiatan ini peran masyarakat juga dibutuhkan. Bahkan masyarakat memiliki kesempatan mengembangkan diri dengan bertugas sebagai pemandu wiasata.”Karena berdasarkan data BPCB Sulsel, ada sekitar 200 Leang dan ada kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan diri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menjadi pemandu,” katanya.Cecep juga mengaku pihaknya berencana membuat Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) yang melibatkan masyarakat sekitar. Sehingga nantinya juru pelihara tak lagi merangkap tugas.”Tahun depan rencananya kita akan menyasar bagaimana kesiapan masyarakat dalam melayani pengunjung. Apalagi di Leang Leang belum ada pemandu, sehingga bebannya masih ada pada juru pelihara.Kedepannya kata dia, diharapkan secara pelan-pelan bisa dipisahkan antara juru pelihara dengan pemandu.”Diharapkan bukan dari BPCB Sulsel, tapi bisa dari pemerintah daerah yang menginisiasi. Tetapi diutamakan dari masyarakat,” sebutnya.Sementara itu salah satu pemateri, Staf Pengkaji Cagar Budaya Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan, Rustan Lebe mengatakan juru pelihara merupakan ujung tombak dalam menjalankan fungsi sebagaimana yang diatur dalam Permendikbud Nomor 31 Tahun 2016.Menurutnya juru pelihara, baik sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tenaga honorer merupakan aparat negara yang ditugaskan melaksanakan tugas-tugas atau kebijakan pemerintah  dibidang cagar budaya.Dimana juru pelihara memiliki tanggung jawab dalam hal pengamanan dan pemeliharaan situs-situs gua prasejarah di Kawasan Karst Maros-Pangkep.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...