Sampah di TP3R Kawasan Terminal Menebar Bau Busuk, Legislator Desak Dipindahkan

Jumat, 17 Mei 2019 - 13:30 WIB
ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu reuse, reduce, dan recyle (TP3R) di Terminal Masamba dinilai tidak tepat.

Keberadaan sampah pada bangunan TP3R ini diprotes menyusul aroma bau busuk yang menyebar bagi calon penumpang umum, terutama pengguna bus.

Ketua Komisi I DPRD Luwu Utara, Sudirman Salomba mengatakan keberadan tempat pengelolaan sampah milik Dinas Lingkungan Hidup di areal Terminal Masamba harus ditinjau ulang.

“Keberadaannya mengganggu calon penumpang di terminal. Apalagi tidak terlalu jauh dari tempat duduk calon penumpang,”kata Sudirman kepada FAJAR.

Menurut legislator Partai Hanura ini tempat pengelolaan sampah sangat bau busuk. Setiap orang lewat masuk terminal pasti tutup mulut dan hidung.

Sementara, pengendara mobil tutup kaca lantaran tidak mampu menahan aroma bau busuk. Dia menilai, bau busuk yang ditimbulkan sampah ini mencemari udara.

Bahkan juga mencemari lingkungan. Sebaiknya pengelolaan sampah bukan di dekat terminal. Tetapi di tempat yang jauh dari keramaian.

Apalagi, kawasan sekitar terminal akan dipadati rumah nantinya. ”Sekarang ini terminal sudah berfungsi bagi bus antar kota dalam provinsi,” paparnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Utara, Buramin Dannu, mengatakan, di daerah terminal terdapat dua kegiatan Dinas Lingkungan Hidup.

”Ada tempat pengolahan sampah terpadu reuse, reduce,dan recyle (TP3R) dan ada tempat pembuangan sampah sementara,” kata Buramin via telepon yang mengaku sedang berada di Jakarta.

Buramin menjelaskan, yang bau adalah tempat pembuangan sampah sementara. Sampah yang disimpan sementara di tempat ini berasal dari Pasar Sentral Masamba dan sampah penduduk sekitar.

Setelah penuh, diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir di Meli. Posisi sampah di lokasi tersebut hanya sementara. Kondisi tempat ini memang perlu dibenahi. Terlalu becek dan kurang tertutup sehingga mengeluarkan bau. (shd)