Setahun, 817 Bayi dan 115 Ibu Meninggal di Sulsel

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Angka kematian ibu dan bayi di Sulsel masih tinggi. Perlu penanganan khusus.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sulsel, sepanjang tahun 2017, terdapat 115 kasus kematian ibu, dan 817 kematian neonatal (kematian yang terjadi sebelum bayi berumur satu tahun).

Data ini dimunculkan dan menjadi rujukan saat Pertemuan Forum CSR dan Dinas Kesehatan dalam Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Provinsi Sulsel, di Hotel Novotel, Jumat, (17/5).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso, mengatakan, upaya menurunkan jumlah kematian Ibu dan Bayi baru lahir di Sulsel, dinas Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri namun harus melibatkan berbagai stake holder.

“Salah satu stake holder yang dekat dengan masyarakat adalah forum CSR ini. Harapannya, kepedulian dan keberpihakan Forum CSR ini terhadap peningkatan derajat kesehatan khususnya Ibu dan Bayi,” katanya.

Melalui kegiatan yang Iangsung menyentuh kepentingan masyarakat didaerah, khususnya diawali dengan tiga Kabupaten Bulukumba, Pangkep dan Bone), ia optimis akan ada solusi.

Ia menyebut, dari rautasan angka kematian, jumlah kasus kematian ibu terbesar di Kabupten Gowa dengan 13 kasus, sementara jumlah kasus kematian bayi baru lahir terbanyak terjadi di Kabupaten Jeneponto dengan 79 kasus kematian.

Sementara itu, Ketua Forum CSR Sulsel Bachnar, mengatakan, perusaaan yang hadir dapat berperan maksimal dalam konsep membantu dan mendukung upaya penurunan jumlah kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Sulawesi Selatan dengan solusi lokal khususnya di tiga kabupaten yang hadir dalam pertemuan ini. (ans)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar