Sulsel Jadi Model Reformasi Birokrasi di Indonesia 


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerja sama dengan Knowledge Sector Initiative (KSI) dan Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI) memilih Sulsel sebagai rule model untuk reformasi birokrasi di Indonesia.Hal itu mengemuka dalam pertemuan pengurus Yayasan non provit di Makassar,  BaKTI; pengurus KSI, Perwakilan Bappenas, dan Konsul Jenderal Australia di Makassar Richard Mathews dengan Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, Jumat, (17/5).Ria Arief dari KSI menjelaskan, lembaganya yang telah bertahun-tahun melaksanakan program bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia dalam bidang meningkatkan kualitas kebijakan publik di Indonesia dengan menggunakan riset, analis, dan bukti.KSI yakin, dengan pengalaman mengubah birokrasi dan refolusi mental masyarakat Bantaeng, Prof HM Nurdin Abdullah memiliki kemampuan untuk mengubah birokrasi di Sulsel.Menurut Ria Arief, tim mereka akan melakukan riset ke Bantaeng tentang perubahan drastis sistem birokrasi, pelayanan pemerintahan, dan sikap masyarakat.Ria Arief optimistis bahwa pengalaman Prof HM Nurdin Abdullah memimpin Bantaeng 10 tahun menjadi modal besar untuk mengubah birokrasi di Sulsel ke arah yang mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan yang bermuara pada kemajuan ekonomi.Bappenas berharap, jika Sulsel sukses menyederhanakan birokrasi, penyebabkan kultur bisa berkembang. Mesin ekonomi bergerak dipengaruhi oleh kinerja seluruh komponen dalam pemerintah dan masyarakat.Menurut Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, dengan otonomi yang besar diberika kepada daerah, semua kebijakan ada di tangan bupati dan walikota.

Komentar

Loading...