5 Bulan, Polri Tangkap 68 Tersangka Terorisme

ILUSTRASI

“Keterlibatan tersangka yaitu menyembunyikan DPO JAD di Lampung, merencanakan aksi amaliah, atau aksi teror dengan menyerang krumunan massa pada tanggal 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom,” imbuh Iqbal.Mantan Wakapolda Jawa Timur itu mengatakan, dua orang tersangka yang diamankan juga diduga merupakan deportan yang hijrah ke Suriah untuk belajar membuat bom asap di Aleppo. Selain itu 9 orang diketahui masih menjadi anggota aktif JAD.Dari 29 orang tersangka yang diamankan pada Mei 2019 mereka mengaku akan menunggangi aksi massa 22 Mei saat pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu 2019 untuk melancarkan aksinya. Sebab, mereka tidak sepaham dengan sistem demokrasi yang dianut oleh Indonesia.Tersangka terorisme berhasil ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)“Kelompok ini memang memanfaatkan momentum pesta demokrasi. Karena bagi kelompok ini, demokrasi adalah paham yang tidak sealiran dengan mereka,” lanjut Iqbal.Atas dasar itu, Iqbal menghimbau agar masyarakat tidak turun ke jalan pada 22 Mei mendatang. Hal itu dianggap penting untuk membantu aparat mencegah aksi terorisme terjadi. Densus 88 Antiteror sendiri terus melakukan upaya preventif strike demi memberantas kelompok teroris ini.“Oleh karena itu lewat forum ini Kepolisian RI, saya selaku Kepala Divisi humas juga sebagai jurubicara menyampaikan bahwa pada tanggal 22 Mei masyarakat kami himbau tidak turun,” pungkasnya. (JPC)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...