Kolaborasi Kemenpar – Bango Populerkan Kuliner Nusantara

Sabtu, 18 Mei 2019 - 14:15 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ketua Tim Percepatan Wisata Kuliner dan Belanja, Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Vita Datau mewakili Kemenpar mengapresiasi peluncuran “Bango Bumbu Kuliner Nusantara” di Jakarta, Kamis (16/5).

“Ini sebagai sebuah pembuktian dari komitmen berkelanjutan Bango sebagai salah satu brand terdepan di Indonesia dalam mempopulerkan aneka hidangan autentik Nusantara,” ujar Vita Datau.

Lebih jauh lagi, kata Vita Datau produk ini adalah bentuk kerjasama Kemenpar dan Bango salah satu brand PT Unilever Indonesia Tbk dalam bentuk co-branding. Dimana logo ‘Pesona Indonesia’ telah tertera di seluruh kemasan ‘Bango Bumbu Kuliner Nusantara’.

“Bagi kami, hal ini menjadi suatu penegasan bahwa produk ini adalah produk kebanggaan Indonesia,” ujar Vita Datau bangga. Kehadiran ‘Bango Bumbu Kuliner Nusantara’ juga secara nyata memberikan kontribusi terhadap program-program yang dijalankan Kemenpar.

Selain meningkatkan awareness masyarakat terhadap logo ‘Pesona Indonesia’ melalui distribusi ‘Bango Bumbu Kuliner Nusantara’ yang begitu luas, Bango berharap produk ini dapat membantu memajukan pariwisata daerah-daerah yang memiliki daya tarik kuliner lewat pencantuman nama daerah asal dari setiap varian ‘Bango Bumbu Kuliner Nusantara’.

“Inovasi ini juga mendorong kepopuleran dua dari lima ‘Makanan Nasional’ yang telah ditetapkan oleh Kemenpar, yaitu Soto dan Nasi Goreng,” jelas Vita Datau.

Untuk semakin mempererat kolaborasi ini, Bango dan Kemenpar juga menandatangani surat perjanjian kerjasama yang mengukuhkan komitmen jangka panjang dari keduabelah pihak untuk terus melestarikan dan mempopulerkan warisan kuliner Nusantara.

Hernie Raharja selaku Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk menambahkan dengan ‘Bango Bumbu Kuliner Nusantara’, pihaknya mendorong para ibu untuk menyajikan #KelezatanAsli dari berbagai daerah Indonesia yang tentunya akan semakin menghangatkan momen makan bersama di rumah, dengan cara yang kini lebih praktis.

“Pada akhirnya, hal ini akan menjadi bagian dari upaya kita semua untuk bersama-sama melestarikan warisan kuliner Nusantara,” tutup Hernie.