Perusda Sulsel Gandeng Perguruan Tinggi Untuk Kajian Teknis Ekonomi dan Kerjasama Investasi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Perusahaan Daerah (Perusda) Sulsel sebagai Badan Usaha Milik Daerah terus berbenah. 

Perusda sebagai salah satu instrumen pemerintahan yang berperan penting dalam menjalankan dan mengembangkan perekonomian daerah dan nasional, maka dari itu pihaknya melibatkan seluruh stakeholder termasuk menggandeng perguruan tinggi.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Perusda Sulsel, Taufik Fachrudin. 

Pelibatan perguruan tinggi, kata Taufik, dalam hal kajian teknis dan kerjasama investasi yang dilakukan oleh Perusda dengan pihak investor dan mitra kerja atau usaha.

Kerjasama yang akan dilakukan Perusda Sulsel dengan menggandeng perguruan tinggi dalam menentukan besaran bagi hasil dari setiap kerjasama yang dilakukan dengan pihak investor, mitra kerja dan mitra usaha.

“Maksudnya siatem bagi hasil yakni merupakan sistem di mana dilakukannya perjanjian atau

ikatan bersama di dalam melakukan kegiatan usaha,” katanya, Sabtu, 18 Mei.

Di dalam usaha tersebut diperjanjikan adanya pembagian hasil atas keuntungan yang akan di dapat antara kedua belah pihak atau lebih.

Bagi hasil atau profit sharing menurutnya sangat penting dilakukan dengan menggandeng perguruan tinggi agar pembagian hasil usaha diantara pihak atau mitra dalam

suatu usaha kerjasama bisa transparan dan memiliki kajian teknis dari akademisi hingga kerjasama tersebut saling menguntungkan.

“Kita gandeng perguruan tinggi untuk besaran bagi hasil atau sharing profit atas setiap kerjasama yang kami lakukan agar tidak menimbulkan persepsi, kemudian memiliki kajian dari sisi teknis dan akademis sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh stakeholder dan masyarakat,” jelas Taufik

Sejumlah perguruan tinggi yang akan digandeng Perusda Sulsel diantaranya, Unhas, UNM, UMI, Unismuh, UIN, Bosowa dan Universitas UMMA serta beberapa perguruan tinggi dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) lainnya yang ada Sulsel juga akan digandeng.

“Intinya kami yakin bahwa pelibatan dari perguruan tinggi dalam memberikan kajian tekhnis bernilai positif dan memberikan kepastian dari sisi kajian akademis, sehingga akan jelas dan terarah serta dipertanggungjawabkan secara akademik,” tegas Taufik. (taq)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment