RS Negeri Ini (Masih) Salah Asuh


Oleh: Irwandy (Ketua Departemen Rumah Sakit, FKM UNHAS)Tulisan penulis dengan judul RS Negeri ini Salah Asuh pernah dimuat di Opini Harian FAJAR pada tanggal 11 September 2014 lalu, namun sayangnya hingga hari ini, sepertinya RS di negeri ini (masih) sakit.Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai fenomena yang dihadapi oleh RS di sekitar kita saat ini. Kasus-kasus mengenai “bobroknya” pelayanan RS sangat sering kita dengar di tengah masyarakat, hingga yang terbaru saat ini mengenai berhentinya sebagian pelayanan di RSUD Jeneponto karena kasus tidak adanya obat-obatan. Hal ini seolah telah menjadi semacam penyakit menular di antara RS dan diprediksi ke depan jika tidak segera diantisipasi dengan baik, maka akan menjadi “wabah perumahsakitan” di Negeri ini.Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh penulis dan telah dipublikasi pada berbagai Jurnal Ilmiah menemukan bahwa saat ini (rentang periode 2014-2017) terjadi fenomena menarik yakni menurunnya tingkat efisiensi dan produktivitas RS daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Kenapa hal tersebut terjadi? Banyak faktor yang berkontribusi.KelembagaanDalam Undang-undang No.44 tahun 2009 tentang RS pada Pasal 7 ayat 3 disebutkan dengan jelas bahwa RS yang di didirikan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Masalahnya hingga saat ini, masih banyak RS Daerah yang belum berstatus BLUD termasuk pada beberapa RS yang sering kita dengar terjadi permasalahan di dalamnya dan hal ini tentu saja pelanggaran terhadap perundang-undangan.

Komentar

Loading...