Syamsuddin Radjab: Pileg 2019, Kemenangan Caleg Oplosan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 sudah dapat diketahui. Baik yang duduk di DPRD Kabupaten/kota, Provinsi maupun DPR RI.

Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab, menilai hasil dari Pileg ini melahirkan sebagian caleg yang “oplosan”.

Caleg oplosan menurut dia, orang yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif di partai A, tapi sumbangsih suaranya dari partai B. Atau ia mendapatkan sumbangsih dari indikator lain seperti pengaruh kekuasaan seperti kepala daerah atau lainnya.

Ia menyebut, saat ini ada ada 14 new comers dari 14 itu ada beberapa caleg oplosan dan ada 10 yang lama (petahana). Bahkan ia mengaku telah memperediksi bahwa caleg oplosan ini akan akan memegang peran penting dan akan banyak yang lolos di pileg kali ini.

Analisa dan pengamatan itu terbukti karena 14 new comers itu rata-rata memiliki irisan dengan para pejabat daerah. “Baik istri maupun anak dari pejabat yang sedang menjabat,” kata Olleng, sapaan karibnya di Makassar, Minggu, 19 Mei.

Kata dia, ini menandakan bahwa tidak hanya mendorong anak atau istri dengan menggunakan partai yang bukan merupakan kendaraan pejabat itu tapi jungga menggunakan isntrumen negara.

“Mekanisme seperti ini tentu saja masuk dalam kategori penyalah gunaan wewenang. Yang kedua, pola seperti ini sangant mwrusak tumbuh kembangnya dwmokrasi yang berkualitas karena didorong berdasarkan kekuasaan,” jelasnya.

Ia kuatir, ke depan apabila sudah dilantik akan nantinya akan menghadapi tantangannya besar sekali. “Jadi bukan hanya di Sulsel, daerah lain juga seperti itu. Sehingga bisa kita simpulkan bahwa Pileg kali ini kemenangan para caleg oplosan. Apalagi nanti mereka akan bersinggungan dengan birokrat yang tentu sangat memiliki nilai kualitatif,” lanjutnya.

“Kalau yang lolos ini tidak memiliki pengalaman tanding maka itu sulit untuk memberikan kita harapan bahwa dia akan menjadi lawan tanding yang seimbang dengan eksekutif atau pemerintah,” tambahnya lagi. (taq)