Cara Mengasah Kebesaran Hati Si Kecil Sejak Dini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Orangtua tentunya telah banyak memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir anak baik di institusi formal maupun di luar sekolah. Namun, orangtua juga perlu menyadari pentingnya mengembangkan aspek kebesaran hati anak seiring dengan perkembangan daya pikirnya.

Kebesaran hati dapat dihubungkan dengan rasa empati yang merupakan awal bagi si Kecil untuk dapat membangun rasa pedulinya.

Psikolog Roslina Verauli, M.Psi mengatakan berbagai situasi sosial seperti konflik dan perundungan (bullying) yang terjadi di sekitar si Kecil mendorongnya untuk memiliki tidak hanya kemampuan daya pikir, tetapi juga kebesaran hati.

“Menyadari bahwa perkembangan otak, emosi dan intelektual anak berkembang pesat di usia 1 tahun ke atas, maka penting bagi orangtua untuk mengasah kebesaran hati si Kecil sejak dini agar mereka tumbuh dengan melihat permasalahan dari hatinya,” jelas Verauli pada temu media “Bebelac Aksi Hebat Ramadan: Nutrisi & Stimulasi Tepat untuk Dukung Anak Tumbuh Hebat” di Jakarta baru-baru ini.

Rasa empati dan peduli yang terbentuk akan mendorong daya pikir anak untuk melakukan aksi hebat sesuai nurani mereka.

Verauli menekankan bahwa dengan rasa empati si Kecil mampu merasakan apa yang dirasakan orang Iain, bersimpati, hingga melihat dan berusaha menyelesaikan masalah dari sudut pandang orang Iain.

“Menurut penelitian Hartshome & May dalam Vasta, Militer, & Ellis 2004 ternyata aksi hebat yang menggambarkan kebesaran hati anak ditentukan oleh tuntunan situasi yang ada,” kata Verauli.

Dengan mengembangkan rasa empati, si Kecil mampu memiliki perilaku prososial, yaitu perilaku membantu orang lain tanpa pamrih.

“Aksi hebat si Kecil, aksi prososial secara umum tergambar dalam tiga bentuk yakni menolong, berbagi dan bekerjasama,” lanjut ia.

Hal inilah yang perlu diasah sejak dini seiring dengan kemampuan daya pikir si Kecil, agar si Kecil mampu menyikapi sebuah permasalahan serta memberikan solusi yang tepat dan penuh empati.

Lebih lanjut Verauli menjelaskan bahwa mengasah rasa peduli dapat dilakukan orangtua sejak dini sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak. Dengan stimulasi yang bervariasi, dimulai pada usia 1-2 tahun, 3-4 tahun, 5-6 tahun, hingga usia 7 tahun ke atas.

“Pada usia 3-4 tahun, misalnya, ajak anak untuk membantu atau menolong orang lain, atau saat anak berusia 5-6 tahun, libatkan si Kecil dalam ‘emotional talk’ dimana mereka bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan dan berikan pujian serta penghargaan untuk setiap hal baik yang mereka lakukan,” jelas Verauli.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar