Kata Ketua MUI Jateng, People Power hanya Pernyataan Emosi Sesaat

Minggu, 19 Mei 2019 - 09:52 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji menyatakan bahwa isu adanya upaya pengerahan massa untuk turun ke jalan pada tanggal 22 Mei 2019 hanya sebatas peryataan emosi sesaat.

“Kita tidak menutup mata, telinga ada kabar-kabar yang mau mendelegitimasi hasil pemilu. Itu hanya kabar, kami percaya enggak terjadi,” kata Ahmad Daroji.

Hal tersebut disampaikannya di sela acara Multaqo Ulama, Habaib, Cendekiawan Muslim dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Jateng bertema Untuk Indonesia Damai di PO Hotel, Semarang, Sabtu (18/5).

“Ada kabar katanya ada mau people power, enggaklah. Kita ini sedang puasa, insya Allah semuanya sudah semakin mengendap, kita semakin dewasa, kita semakin matang, insya Allah itu tidak jadi,” ucapnya.

Menurutnya, bulan suci Ramadhan telah menyatukan seluruh umat Islam, terutama di Tanah Air. Ditandai dengan tidak adanya perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan, sehingga diharapkan pada Lebaran nanti juga bisa dirayakan secara bersama-sama.

“Kita semuanya ingin kebersamaan, kita akrab bareng. Kita senang bahwa Ramadhan bareng, tidak beda seperti kadang-kadang Ramadhan sebelumnya. Ini bareng, insya Allah Idul Fitri juga bareng,” tuturnya.

“Itu hanya emosi sesaat yang people power. Kalau pun terjadi masyarakat tidak usah ikut itu. Karena ke depan sekarang yang kita tidak senangi, berbeda, nanti akan jadi teman. Sekarang teman koalisi, belum tentu ke depan menjadi teman lagi,” tambahnya.

Ahmad Daroji pun menyampaikan, semua elemen bangsa mesti bersyukur karena perhelatan Pemilu 2019 bisa berjalan tanpa kendala berarti. Penyelenggara pesta demokrasi baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dinilai telah bekerja dengan sebaik-baiknya.

“Kita berterima kasih pada semua komponen bangsa, penyelenggara Pemilu yaitu KPU dan Bawaslu telah bekerja dengan bagus. Kemudian semua peserta Pemilu juga sudah semuanya baik, para saksi juga bagus, meskipun ada KPPS yang wafat, semoga menjadi amal saleh mereka,” tandasnya.

Sementara itu Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel meminta agar aksi 22 Mei yang ramai dibicarakan di media sosial tidak perlu dibesar-besarkan. “Itu merupakan pestanya rakyat, dimana rakyat akan menyaksikan hasil rekapitulasi penghitungan suara,” tuturnya.

“Saya percaya seluruh masyarakat terutama di Jawa Tengah bisa bersikap dewasa, dan demokratis. Seperti dalam pelaksanaan Pemilu yang berjalan dengan aman dan sejuk. Saya percaya masyarakat akan mendukung hasil KPU,” terangnya.

Terkait pengamanan dalam aksi 22 Mei sendiri, Kapolda menyatakan bahwa pengamanan itu pasti ada. “Kan sudah tugasnya Polisi untuk mengamankannya,” tegas Kapolda.

Selain Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Daroji dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, acara tersebut juga dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Mochamad Effendi, para ulama dan pimpinan pondok pesantren se-Jawa Tengah. (SEN)