Promo Grab Bisa Picu Monopoli dan Beratkan Mitra Driver

Minggu, 19 Mei 2019 13:16

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Langkah perusahaan transportasi daring (online) asal Malaysia, Grab, yang meluncurkan strategi promosi tarif di luar batas wajar bahkan sampai Rp1 per sekali jalan, dinilai dapat melahirkan aksi monopoli dan pada akhirnya justru dapat merugikan mitra drivernya sendiri.”Kalau sampai ada yang memberikan diskon lebih 70 persen ini merupakan mekanisme yang kurang sehat. Kalau terkait kebutuhan masyarakat, pemerintah harus hadir. Tidak bisa tinggal diam. Pemerintah harus mengawasinya, tidak boleh terlalu bebas memberikan diskon,” papar Dr Ir Syafi’i, Pakar Transportasi Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS), Minggu (19/5/2019).Bila ingin memberikan diskon besar, lanjut dia, perlu dipikirkan beban para driver yang secara otomatis nantinya bisa semakin berat pekerjaannya. Syafi’i menegaskan, pemerintah tidak bisa tinggal diam dan membiarkan kebijakan diskon fantastis alias membakar uang itu diteruskan.Direktur Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Harryadin Mahardika, pada kesempatan lain menyebutkan, jika perang promo hingga Rp1 per sekali jalan itu terus dilakukan dalam jangka Panjang, kegiatan promosi itu dapat dikategorikan sebagai Predatory Promotion yang bertujuan memonopoli pasar.“Predatory Promotion dalam jangka panjang tentu saja akan menciptakan ketidak seimbangan pasar. Konsumen yang sensitif terhadap harga akan beralih ke layanan perusahaan yang melakukan Predatory Promotion tersebut, meski ada risiko turunnya kualitas pelayanan akibat kenaikan permintaan yang drastis,” ujarnya.

Komentar