Puan Hampir Pasti Gantikan Bamsoet, Golkar Minta Jatah Ketua MPR


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Utak–atik komposisi kursi ketua parlemen dan Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR) sudah berjalan. PDIP yang kemungkinan besar bakal menduduki kuris ketua DPR. Lalu siapa kah yang akan menjadi ketua MPR-nya?Demi mengamankan kursi ketua MPR, Ketua Umum Partai Golongan Karya, Airlangga Hartarto rela meminta izin pada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar agar jabatan itu diisi oleh kader Partai Beringin.

“Ini seizin Pak Muhaimin Iskandar, apabila nanti dalam pemilihan Ketua MPR, yang dipilih dalam sistem paket, paket Koalisi Indonesia Kerja, wajar juga mengusung paket dengan ketua dari Partai Golkar,” kata Airlangga dalam acara buka puasa bersama Partai Golkar di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, (19/5).

Menurut Airlangga, dalam konteks kesantunan politik, telah jelas dalam Undang-Undang MD3 bahwa pemenang Pemilu akan menjadi Ketua DPR, berikut wakilnya secara berurutan. Karena itu, bisa dipastikan PDIP yang akan mengisi jabatan Ketua DPR.

“Karena itu wajar pula bila kursi Ketua MPR diisi Partai Golkar yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah PDIP,” tuturnya.

Cak Imin sebelumnya berkelakar soal Puan Maharani yang digadang-gadang menjadi Ketua DPR dalam acara Dialog Kebangsaan dan Buka Bersama di kediamannya, Jalan Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (18/5).

“Ya Mbak Puan Ketua DPR, Insyaallah saya Ketua MPR,” kata Cak Imin.

Sejauh ini, menurut hasil hitung cepat beberapa lembaga dan hasil sementara hitung manual Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ditunjukkan oleh PDIP, mereka mendapatkan angka tertinggi dengan perolehan suara 20,51 persen. Berselisih 8 persen dari partai di bawahnya Golkar dengan 12,63 persen.

Komentar

Loading...