Tarif Baru, Tiket Pesawat hanya Turun Rp200 Ribu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Kemenhub telah memberlakukan Tarif Batas Atas (TBA) untuk tiket pesawat. Semenjak tarif baru itu, Bandara Halim Perdana Kusuma (HPK), Jakarta Timur terpantau mulai ada peningkatan aktivitas.

Sejumlah calon penumpang terlihat ramai di terminal masuk keberangkatan, Minggu (19/5). Umumnya mereka melakukan perjalanan untuk penerbangan domestik. Calon penumpang tersebut juga terlihat mengantre untuk melakukan verifikasi kartu identitas maupun pemeriksaan barang.

Keramaian penumpang juga terlihat di ruang tunggu dan jalur kedatangan di Bandara Halim Perdana Kusuma. Umumnya mereka terkonsentrasi di gerai rumah makan atau pun pada titik-titik berkumpul lainnya yang letaknya tidak jauh dari pintu keberangkatan utama.

Pada siang ini, tercatat hanya maskapai Citilink, Batik Air dan Wings Air direncanakan akan melakukan perjalanan penerbangan ke sejumlah rute domestik. Di antaranya, perjalanan dari Jakarta menuju Pekanbaru, Malang, Surabaya, Jogjakarta, Solo, Bandung dan kota-kota lainnya. Keberangkatan dijadwalkan rata-rata pada pukul 11.30 sampai 14.05.

Muhammad, salah seorang calon penumpang maskapai Citilink, menyatakan harga tiket yang dibeli sedikit mengalami penurunan dibandingkan harga beberapa bulan lalu. Perubahan itu diketahui setelah melihat salah satu aplikasi penjualan online untuk tujuan penerbangan yang sama. Tepatnya untuk Jakarta-Malang. Beberapa bulann lalu dia membeli untuk tujuan penerbangan itu Rp1,1 juta. “Perbedaanya gak jauh sih, paling beda Rp100 ribu sampai Rp200 ribu,” terang pria yang biasa disapa Ahmad itu.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana Pramesti mengapresiasi maskapai penerbangan nasional yang telah menyesuaikan tarif tiketnya untuk penumpang kelas ekonomi.

Meski demikian dia belum bisa mengurai lebih lanjut data arus penumpang pasca penetapan aturan baru TBA.

Sebagaimana diketahui, penyesuaian TBA yang baru diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 106 tahun 2019. Keputusan itu mulai diberlakukan sejak Sabtu (18/5) pukul 00.00 WIB.

Lebih jauh jauh Polana menyatakan, sebagai regulator penerbangan nasional pihaknya akan selalu melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap 3 bulan. Jika terjadi perubahan yang mempengaruhi operasional penerbangan secara signifikan, evaluasi bisa dilakukan sewaktu-waktu.

Pemantauan tersebut dilakukan supaya ada keseimbangan antara aspirasi masyarakat dan kelangsungan hidup maskapai penerbangan. “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada maskapai penerbangan yang telah patuh melaksanakan keputusan dalam KM 106 tahun 2019 tersebut. Kami akan selalu memantau dan melakukan evaluasi sehingga aspek keadilan yang menjadi dasar dari aturan tersebut akan terlaksana dengan baik,” kata Polana dalam keterangannya, Minggu (19/5).

Di sisi lain, Polana meminta masyarakat untuk mempelajari aturan KM 106/2019 tersebut. Tujuannya, agar masyarakat tidak salah paham yang berakibat terhadap hal-hal negatif.

“Masyarakat harus memahami bahwa tarif bukan harga tiket. Untuk menjadi harga tiket, tarif akan ditambah dengan komponen lain seperti asuransi wajib Jasa Rahardja, Pajak Pertambahan Nilai (ppn), tarif kebandarudaraan (PSC). Mari kita pelajari aturan tersebut dengan baik sehingga tidak timbul kesalahpahaman,” ujarnya.

Dia mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengawasi jika terjadi penyimpangan di lapangan. Menurutnya, masyarakat bisa melaporkan kepada Ditjen Perhubungan Udara sehingga bisa cepat diperbaiki.

Polana memastikan penurunan tarif penerbangan itu tidak akan mengurangi faktor-faktor substansial seperti keselamatan, keamanan dan dan juga ketepatan waktu atau on time performance (OTP) penerbangan.

Pasalnya, komponen biaya yang akan dilakukan efisiensi sehingga memberi kontribusi terhadap penurunan TBA tersebut berasal dari efektifitas operasional pesawat udara di bandara. Selain itu juga dilakukan efisiensi pada jam operasi pesawat udara dengan cara meningkatkan OTP sehingga terjadi efisiensi penggunaan bahan bakar. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...