1.500 Alat Perekam Transaksi akan Dipasang di Hotel dan Restoran

PJ Walikota Makassar Iqbal Suhaeb memperlihatkan alat perekam di hotel dan restauran.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Makassar tengah mendorong optimalisasi penerapan pendapatan pajak melalui alat perekam transaksi online pada empat obyek penerimaan pajak, yakni pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

Kepala Bapenda Kota Makassar, Irwan Adnan menjelaskan, optimalisasi alat perekam transaksi ini, berdasarkan supervisi tim koordinasi supervisi dan pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya sekaligus mencegah adanya pelanggaran di sektor pajak.

Irwan melanjutkan, tahun ini pihaknya menargetkan 1.500 unit alat perekam transaksi pajak online. Khusus bulan Mei ini, direncanakan dipasang 500 unit.

“Untuk satu tahun ini bahkan kita target 1500-2000 unit. Khusus 500 ini hisa kita pasang bulan Mei,” beber Irwan Adnan.

Ada beberapa jenis alat perekam transaksi pajak online yang digunakan, seperti tapping box, barebone, dan POS (payment online system). Program ini langsung berada dibawah pengawasan langsung Korsupgah KPK.

Terancam Tutup

Pelaku usaha yang membangkang akan dikenai sanksi berupa pencabutan izin usahanya.

“Jadi ini setelah ada supervisi KPK. Setelah dipasangi alat, kita ada pasang stiker itu stiker langsung dari KPK. Ancamannya sampai dengan penutupan usaha kalau tidak mau dipasangi. Tapi ada protap yang kami berlakukan sampai teguran ketiga,” tegas Kepala Bapenda Makassar, Irwan Adnan.

Diketahui, alat perekam transaksi pajak daerah ini merupakan bagian program KPK kepada pemerintah daerah.

Komentar

Loading...