22-5-2019

Oleh: Aidir Amin Daud

Inilah tanggal yang cukup fenomenal belakangan ini. Resminya KPU akan melakukan rekapitulasi akhir dan penetapan capres dan cawapres terpilih dalam Pemilu 2019. Penetapan dilakukan setelah KPU melakukan proses penghitungan suara secara berjenjang. Rekapitulasi berjenjang dilakukan sejak tingkat kecamatan.

Sebelumnya jajaran KPU melakukan pemungutan suara pada Rabu 17 April di 809.563 TPS yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Sesudah pemungutan suara hingga esoknya 18 April dilakukan penghitungan suara di 800 ribu TPS yang ada di 7.200 kecamatan, 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Adapun proses penghitungan suara dilakukan secara berurutan mulai dari surat suara untuk pilpres, DPR RI, DPD, DPRD provinsi lalu DPRD kabupaten/kota. ***

Dalam rekapitulasi berjenjang itulah, KPU melakukan input data ke sistem penghitungan suara (Situng)-nya. Sesuatu yang menimbulkan protes kalangan tim Capres-Cawapres 02. Pada akhirnya KPU dinyatakan melanggar oleh Bawaslu RI terkait prosedur dalam melakukan input data ke Situng. Tak hanya soal Situng, KPU juga dinyatakan melanggar prosedur pendaftaran dan pelaporan lembaga survei.

Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu menyatakan KPU telah melanggar prosedur dalam melakukan input data ke Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng). KPU diperintahkan melakukan perbaikan namun Capres-Cawapres 02 menyatakan ketidakpuasaan mereka dengan menyatakan telah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Bawaslu sendiri memutuskan petugas sejak tingkatan KPPS juga telah melakukan kekeliruan dalam mengisi formulir C1. ***

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...