Aksi 22 Mei, Muhammadiyah Keluarkan 7 Pernyataan


FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengeluarkan tujuh pernyataan untuk menyikapi rencana aksi sejumlah massa pada 22 Mei 2019.”Menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan memang merupakan hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar. Namun, harus dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, aksi massa merupakan wujud partisipasi publik dalam demokrasi yang harus dihormati,” sebut Mu’ti.Berikut pernyataan lengkap Abdul Mu’ti seperti dikutip dari laman Muhammadiyah. (jpnn)

Dugaan Makar, Pendukung Prabowo, Lieus Sungkharisma Ditangkap Polisi7 Pernyataan Sekum PP Muhammadiyah:Pertama, menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan adalah hak warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar. Sepanjang dilaksanakan sesuai dengan undang-undang, aksi massa merupakan wujud partisipasi publik dalam demokrasi yang harus dihormati.Kedua, Penyelenggara Pemilu hendaknya tetap bekerja profesional sesuai dengan undang-undang. Sebagai lembaga negara yang mandiri, KPU dan Bawaslu harus tetap independen dan adil, tidak boleh tunduk oleh tekanan siapapun, kelompok, dan lembaga manapun, baik Pemerintah, partai politik, maupun aksi-aksi massa.Ketiga, kepada segenap warga bangsa sudah seharusnya berusaha menjadi warga negara yang baik, mematuhi hukum, dan perundang-undangan. Khusus kepada para elit, hendaknya bisa menjadi teladan bagaimana berbangsa dan bernegara yang sebaik-baiknya dengan tidak memperalat rakyat untuk meraih kekuasaan, jabatan, serta kepentingan pribadi dan golongan.Keempat, kepada partai politik, para calon legislatif, dan calon presiden-wakil presiden beserta para pendukungnya, agar dapat berjiwa besar, legawa, arif, dan bijaksana menerima hasil-hasil Pemilu sebagai sebuah kenyataan dan konsekwensi dari kehendak rakyat Indonesia. Apabila terdapat keberatan terhadap hasil Pemilu hendaknya menempuh jalur hukum dan undang-undang dengan tetap mengedepankan dan mengutamakan persatuan dan kerukunan bangsa.

Komentar

Loading...