Angkat Realita Edukasi, Film Lokal Jeneponto Ikut di Festival Internasional


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dunia perfilman bukan lagi menjadi sarana hiburan semata. Budaya lokal menjadi salah satu daya tarik yang bisa tonjolkan dalam sebuah latar belakang cerita film.RedMoon Intertaiment, sebuah rumah produksi asal Kota Daeng ini, merilis sebuah film pendek bergenre drama romantis berjudul “Benang Merah”. Film yang berdurasi 60 menit ini akan diikutkan pada beberapa festival internasional.

“Film itu rencananya kita akan ikutkan di Berlin Short Film Fest di Jerman, Flickerfest dan festival film internasional, Balinale di Australia,” kata penulis naskah sekaligus sutradara, Indra J Mae kepada FAJAR Senin (20/5/2019)

Kata dia, film ini mengangkat unsur budaya dalam format milenial dan mengajak orang untuk memahami sebuah ruang besar sosial yang cenderung memisahkan tradisi lokal dan perilaku modern. Ceritanya menelusuri fenomena tradisi lokal yang sudah mengalami degradasi dan seolah sulit diimplementasikan dalam kehidupan sosial generasi muda saat ini.Cerita film Benang Merah tuturnya, dikemas dalam cerita remaja yang sederhana. Kisah cinta, konflik, problem keluarga, pesan edukasi sosial menyatu dalam materi ceritanya. “Film ini juga menggambarkan realita edukasi khususnya sarana pendidikan bagi anak-anak kurang mampu belum maksimal,” jelas Indra.Film “Benang Merah” dimainkan sejumlah pemain film lokal asal Jeneponto seperti, SN Wahyudi, Ana Lisa Moita, Sese Lawing, Novita Wulandari Hasbullah, Rendhy D’Emba, Andika Pradana, Andi Eghy Damas, Imran jaya, Sri dewi lasmaya, Resky Rusak, Herman kumis dan Dela. (gun)

Komentar

Loading...