BPOM Amankan Ratusan Ribu Kemasan Pangan Tidak Memenuhi Syarat


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengamankan sebanyak 170.119 kemasan produk pangan rusak, kedaluwarsa, dan ilegal atau Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK) dari 796 sarana distribusi dengan total nilai keekonomian mencapai lebih dari 3,4 miliar rupiah.Temuan ini berdasarkan hasil pengawasan melalui 33 Balai Besar/Balai POM dan 40 Kantor Badan POM di seluruh Indonesia sejak 22 April lalu. Sampai dengan 10 Mei lalu (tahap III), telah dilakukan pemeriksaan terhadap 1.834 sarana ritel dan distribusi pangan yang terdiri dari 1.553 sarana ritel dan 281 sarana gudang distributor/importir.Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2018, terjadi peningkatan jumlah temuan dan besaran nilai keekonomian temuan.Pada Tahap III tahun 2018, pemeriksaan dilakukan terhadap 1.726 sarana ritel/distributor pangan jumlah total temuan produk pangan TMK sebanyak 110.555 kemasan dari 591 sarana distribusi dengan total nilai keekonomian lebih dari 2,2 miliar rupiah.”Peningkatan jumlah dan nilai keekonomian temuan tersebut merupakan hasil dari semakin meluasnya cakupan pengawasan intensifikasi pangan hingga ke Kabupaten dan Kora,” ungkap Kepala BPOM pada media konferensi di Jakarta, Senin (20/5).Lebih lanjut Penny K. Lukito memaparkan bahwa berdasarkan lokasi temuan, temuan pangan kedaluwarsa banyak ditemukan di Kendari, Jayapura, Mimika, Palopo, dan Bima, dengan jenis produk susu kental manis, sirup, tepung, makanan ringan, dan biskuit.

Komentar

Loading...