Bukan Hanya Manchester, Pasukan Pep Kuasai Seluruh Inggris

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, LONDON—Manchester City bukan hanya menjadi penguasa Kota Manchester. Bersama Pep Guardiola, klub kaya raya tersebut kini merajai seluruh Inggris. Itu ditandai dengan sukses mereka menyapu bersih seluruh gelar domestik musim 2018/2019 ini.

The Citizens meraih treble domestik musim ini setelah menjadi kampiun Piala FA, Minggu, 19 Mei, dinihari kemarin. Menghadapi Watford di Wembley Stadium, City mencukur lawannya enam gol tanpa balas.

Raheem Sterling menjadi aktor utama kemenangan City di partai final ini. Winger timnas Inggris mencetak tiga gol alias hattrick. Tiga gol The Sky Blues lainnya dipersembahkan David Silva, Kevin de Bruyne, serta Gabriel Jesus.

Dengan hasil ini, City yang sebelumnya sudah lebih dulu menjadi jawara Carabao Cup dan Premier League menjadi tim keempat yang memenangkan dua kompetisi piala domestik utama di musim yang sama. Tiga klub sebelumnya yang mengawinkan Piala Liga Inggris dan Piala FA adalah Arsenal, Liverpool, dan Chelsea.

Selain itu, Manchester City yang meraih gelar FA Cup keenamnya juga menorehkan rekor baru jumlah kemenangan terbanyak dalam satu musim. Mereka menjadi tim papan atas Inggris pertama yang meraih 50 kemenangan di semua kompetisi dalam satu musim.

Khusus Pep Guardiola, sukses menjuarai FA Cup menjadikan dia sebagai manajer kedelapan yang memenangkan kompetisi papan atas Inggris, Piala EFL dan Piala FA setelah Bill Nicholson, Don Revie, Joe Mercer, Kenny Dalglish, George Graham, Alex Ferguson dan Jose Mourinho.

Treble domestik plus Community Shield yang mereka raih di pembukaan musim menjadi lanjutan sukses City tahun lalu. Musim lalu, Pep yang menghabiskan sekitar Rp9,3 triliun sejak kedatangannya ke Etihad musim panas 2016 juga meraih gelar Premier League dan Piala Liga Inggris.

“Itu adalah final yang luar biasa bagi kami dan kami telah menyelesaikan tahun yang luar biasa. Kepada semua orang di klub, selamat besar, terutama para pemain karena mereka adalah alasan mengapa kami memenangkan gelar-gelar ini,” kata Pep di BBC.

Pep menegaskan, dengan skuatnya saat ini plus rencana belanja di musim panas dimana mereka menyiapkan dana Rp3,6 triliun, ia yakin City masih bisa lebih baik. “Kita harus; kamu selalu bisa berkembang. Tidak ada gunanya untuk tetap diam,” tegasnya.

Sterling menjelaskan, keberhasilan mereka mendominasi Inggris membuktikan proyek City bersama Pep berjalan baik. “Ini menunjukkan apa yang sedang dibangun manajer di sini. Dia mengatakan kami perlu memperbaiki mentalitas dan kami melakukannya dan melakukannya dengan sangat baik,” ujarnya.

“Itu tidak semudah skor yang terlihat. Tapi musim yang hebat, klub yang luar biasa.
Itu dimulai dengan manajer, ia menetapkan standar pada awal musim. Ini tim terbaik di dunia bagi saya. Untuk menetapkan standar setinggi itu untuk waktu yang lama – tidak hanya untuk satu tahun tetapi dua tahun berjalan sekarang,” tambah kapten City, Vincent Kompany.

Manajer Watford, Javi Gracia sementara itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya digasak 0-6 di partai puncak. Ia mengaku seluruh anggota skuatnya bersedih. “Pada saat ini, semua orang sangat sedih tetapi kami tahu sebelum pertandingan kami harus memainkan permainan yang sempurna,” kata Gracia.

Menurut Gracia, mereka memulai dengan baik dan menciptakan peluang emas lewat Roberto Pereyra di awal laga. Akan tetapi, setelah kiper Ederson Moraes menggagalkannya, City mulai mendominasi. “Mereka lebih baik. Selamat kepada mereka dan kami akan mencoba lagi lain kali,” ujarnya.

Gracia berharap kegagalan ini menjadi pelajaran untuk anak asuhnya di masa depan. “Kadang-kadang Anda harus kalah untuk menang di masa depan dan kami akan mencoba melakukannya lain kali,” tandasnya. (BBC/amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...