Digibank DBS Kenalkan Tiga Fitur Unggul Berbasis Digital

Senin, 20 Mei 2019 - 21:31 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Digibank by DBS Indonesia terus berkomitmen wujudkan intelligent way of banking dengan memperkaya fiturnya serta bertransformasi menjadi solusi perbankan digital lengkap dan terpadu yang mudah, praktis tanpa hambatan.

Hari ini, digibank by DBS Indonesia meluncurkan tiga fitur baru berbasis digital yakni Kredit Tanpa Agunan (KTA) Instan hingga Rp30 juta, Surat Berharga Negara (e-SBN), dan digibank Transfer Valas.

KTA Instan

Salah satu Iayanan dasar perbankan adalah pinjaman dana tunai dan berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terjadi kenaikan secara signifikan atas pengajuan pinjaman secara online untuk mendapatkan dana tunai sejak 2016 hingga 2017 sebesar tujuh kali lipat.

Fakta tersebut semakin memantapkan langkah digibank by DBS untuk menghadirkan KTA lnstan. Kini, nasabah dapat mengajukan KTA Instan hingga Rp30 juta dengan proses persetujuan kurang dari 1 menit.

“Melalui KTA lnstan kami dapat menjangkau masyarakat Iebih Iuas, dimana nasabah dapat mengajukan pinjaman hingga 30 juta, kapan saja 24 jam dalam 7 hari, dimana saja dan mendapat kepastian persetujuan dalam 60 detik,” ujar Sonja Kristianti Executive Director Head of Consumer Finance PT Bank DBS Indonesia di Jakarta, Senin (20/5).

E-SBN

Selain penambahan fitur KTA lnstan, saat ini nasabah digibank by DBS dapat berinvestasi secara mudah dan cepat melalui aplikasi pembelian e-SBN mulai dari Rp1 juta rupiah kapan saja dan di mana saja. Fitur ini memberikan kesempatan bagi nasabah yang ingin mengembangkan investasi.

Neni Veronica, Senior Vice President, digibank partnership & distribution, PT Bank DBS Indonesia menambahkan, selain deposito, kini nasabah memiliki alternatif pembelian e-SBN sebagai produk pengembangan dana, dan keduanya dapat dilakukan di satu aplikasi, kapan saja, di mana saja, tanpa harus datang ke bank.

“Melalui fitur e-SBN ini nasabah secara tidak langsung turut mendukung program pemerataan pembangunan Indonesia oleh pemerintah yang memperoleh dana dari hasil penjualan SBN,” ujar Neni Veronica.

Transfer Valuta Asing

Melengkapi fitur-fitur yang sudah ada, digibank Transfer Valas juga memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer valuta asing bebas biaya ke lebih dari 20 negara dan tujuh mata uang asing (USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP) dengan FX Juara, reaI-time, dan tentunya akses 24 jam dalam 7 hari tanpa perlu ke cabang.

“Bank Indonesia mencatat bahwa jumlah remitansi nontunai pada tahun 2018 telah mencapai 62%. Akan tetapi, pembayaran tersebut tidak menggunakan rekening pribadi, melainkan transaksi yang dititipkan melalui pihak ketiga,” jelasnya.

Berangkat dari hal ini, pihaknya memberikan akses terhadap masyarakat Indonesia untuk dapat Iebih mudah dalam melakukan transaksi perbankan dengan mata uang asing ke Iuar negen’ tanpa harus memikirkan biaya tambahan seat bertransaksi dan lamanya proses transfer valas tersebut.

Data dari World Bank 2017 menyebutkan, 38% masyarakat Indonesia masih belum memiliki produk perbankan dan sebagaimana tertera di dalam data tersebut.

“Salah satu alasannya adalah dirasa terlalu banyak dokumen yang dibutuhkan untuk memperoleh suatu produk perbankan,” kata Wawan Salum, Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia.

Berdasarkan hal tersebut, digibank by DBS hadir untuk memberikan solusi perbankan digital Iengkap yang revolusioner “branchless signature less paper less” tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian.

“Sesuai dengan misi bank DBS Live More Bank Less, transformasi digital merupakan salah satu fokus utama kami. Komitmen untuk menghadirkan solusi perbankan digital yang Iengkap, mudah, praktis dan tanpa hambatan,” jelas Wawan.

Dengan perbankan digital yang handal, kata Wawan masyarakat Indonesia dapat fokus temadap hal yang dirasa penting tanpa dirumitkan dengan urusan perbankan.

Wawan Salum menambahkan fitur e-SBN dan Transfer Valas kami kembangkan berdasarkan hasil studi dan masukan nasabah, khususnya segment affluent.

“Dimana segment affluent Indonesia menginginkan perangkat digital canggih untuk membantu pengelolaan portofolio keuangan,” jelas Wawan.

Berdasarkan data, keinginan segment affluent Indonesia ini lebih tinggi dibandingkan dengan segment serupa di negara Iainnya di Asia Pacific.