Pengalaman Puasa di Negeri Kincir Angin, Waktu Berpuasa Makin Lama


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Berpuasa di Wageningen, Belanda memiliki tantangan tersendiri tahun ini. Sebab, makin hari durasi puasa makin lama.Ummu Syauqah Al Musyahadah menjalani puasa keduanya di Student Dormitory Beringhem, Kota Wageningen, Belanda. Berbeda dari tahun lalu dengan cuaca cukup panas, Ramadan kali ini cuaca cukup dingin, yakni dua hingga 19 derajat.Berpuasa di Belanda dilakukan hingga 17 jam. Selain itu, sulit juga menyesuaikan waktu tidur karena waktu subuh pada pukul 04.30 dan semakin cepat tiga menit tiap harinya. Sedangkan waktu magrib pukul 21.00 dan makin lambat tiap harinya. “Durasi puasanya akan makin lama lima menit setiap harinya,” ungkapnya.Di Wageningen, ada kelompok pengajian Wageningen. Di setiap Ramadan, pengajian Wageningen mengadakan berbagi takjil tiap harinya di Commin Room Housing tertentu. “ Jadi buat yang mau pahala lebih, mereka biasanya membawa makanan ke sana, biar bisa dinikmati bersama. Selain itu, mengadakan buka puasa dan tarawih bersama tiap sabtu,” ujar perempuan 24 tahun ini.Ummu terkadang juga harus membuat sendiri makanan untuk berbuka puasa. Makan kurma atau membuat sop buah dan memasak nasi serta lauk pauk. Di dorm juga ada sistem potluck di mana masing-masing membuat menu berbuka, lalu berbuka puasa bersama.Sesekali Ummu mengunjungi masjid. Jaraknya cukup jauh harus menempuh waktu 20-30 menit dengan menaiki sepeda. Di Belanda, orang-orang menggunakan sepeda sebagai moda transportasi. Menggunakan kendaraan bermotor cukup jarang ditemukan di negeri Kincir Angin tersebut.

Komentar

Loading...