Pertumbuhan Industri Suplemen Kesehatan Perlu Diikuti Konsistensi Standar Produsen

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia merupakan salah satu pasar strategis untuk industri kesehatan dan suplemen makanan dunia. Menurut data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia pada 2021 diproyeksi mencapai 45 juta penduduk.

Tahun depannya diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 85 juta penduduk dan pada 2030 diperkirakan akan ada sekitar 145 juta penduduk kelas menengah di Indonesia. Hal ini dinilai akan menjadi keuntungan bagi perekonomian Indonesia dengan meningkatknya daya beli masyarakat.

Meski demikian pertumbuhan perekonomian dan keuntungan demografi dengan meningkatknya masyarakat kelas menengah menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku industri kesehatan dan suplemen makanan di Indonesia.

Vice President, Quality Assurance and Control Herbalife Nutrition, Peter Chang mengatakan ini merupakan waktu dan kesempatan penting bagi perusahaan nutrisi di seluruh dunia karena semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menjalankan hidup sehat sebagai prioritas.

Ketika industri berkembang pesat, produsen harus bergegas untuk mengikuti laju permintaan produk nutrisi berkualitas.

“Peningkatan permintaan akan produk nutrisi berkualitas harus diikuti dengan usaha produsen untuk transparan dan konsisten guna menjaga kualitas dan keamanan produknya,” kata Peter baru-baru ini.

Untuk mencapai tujuan ini, perusahaan harus mulai dengan sumber bahan-bahan baku berkualitas tinggi dan melalui tahapan produksi yang cermat dengan pengujian lanjutan dari setiap produk jadi.

“Selain itu, produsen harus memiliki tahapan proses, produk, laboratorium, serta ilmuwan yang disertifikasi dan diakreditasi oleh organisasi pihak ketiga independen, seperti Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) serta regulator pemerintah,” lanjut Peter.

Ketika sebuah perusahaan mendapatkan akreditasi ISO 17025, itu berarti bahwa perusahaan telah mematuhi standar ketat untuk kompetensi teknis tenaga ilmiah laboratorium, keakuratan metode pengujian mikrobiologi dan kimia, dan validasi peralatan.

Saat ini, pasar suplemen makanan kesehatan di Indonesia masih didominasi oleh produk impor dimana 80 persen produk suplemen makanan kesehatan yang dipasarkan di Indonesia merupakan produk impor.

Data dari Cekindo, salah satu perusahaan konsultan bisnis dunia mengatakan bahwa dari Amerika Serikat merupakan negara asal dari produk-produk suplemen makanan kesehatan di Indonesia berasal.

Dari Rp4,5 triliun (US$318 juta) pendapatan perusahaan suplemen makanan kesehatan di Indonesia, sebanyak Rp3,5 triliun (US$250 juta) dikontribusi oleh produk-produk asal Amerika Serikat.

Senior Director and General Manager Herbalife Nutrition Indonesia Andam Dewi menambahkan, kepatuhan terhadap regulasi pemerintah merupakan salahsatu faktor penting dalam menjalankan bisnis di industri suplemen makanan kesehatan di Indonesia.

Pihaknya mengaku telah menanamkan jumlah besar investasi untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan berdasar undang-undang yang berlaku.

Investasi tersebut dijalankan disemua lini produksi perusahaan seperti penanaman, pengolahan, pengemasan hingga di jalur distribusi yang melibatkan instrumen dan peralatan modern termasuk untuk pengujian DNA bahan baku.

“Singkatnya, perusahaan harus mulai mengadopsi filosofi bisnis berkelanjutan. Dengan kepatuhan terhadap regulasi dan diikuti dengan akreditasi ISO serta akreditasi dari lembaga-lembaga pihak ketiga yang kredibel, maka pelanggan dapat yakin bahwa produk dan fasilitas perusahaan nutrisi memenuhi standar internasional untuk kualitas, pengujian, dan keamanan produk,” tutup Andam.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...