Ryan Latief: Untung Ada Bukti, Kalau Tidak Sudah Dijemput Densus 88

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Panglima Pas 08 Sulsel, Ryan Latief dikagetkan dengan isu perencanaan pengeboman kantor KPU RI, yang beredar di media sosial mengatasnamakan dirinya.

Kabar yang beredar itu ia bantah. Pengakuannya, media sosial WhatsApp, Facebook, dan Telegramnya telah diretas oknum tak bertanggung jawab. Aksi itu membuatnya sangat resah.

"Makanya saya klarifikasi dan jelaskan semuanya. Untung saya memiliki barang bukti ini. Coba tidak, saya bisa dijemput Densus 88 dan ini tidak main-main, karena ini undang-undang teroris karena mengancam peledakan dan bisa ditembak langsung," kata Ryan Latief di halaman Mapolretabes Makassar, sembari memperlihatkan sejumlah barang bukti laporannya, Senin, 20 Mei.

Barang bukti itu diserahkan, setelah melaporkan kasus kloning, Jumat, 17 Mei, sekitar pukul 01.00 Wita dini hari di Mapolrestabes Makassar. Laporan itu ia respons setelah mendapat kabar seluruh medsosnya digunakan menyebarkan aksi perencanaan aksi pengeboman.

"Kejadian kloning itu, Kamis, 16 Mei pukul 08.00 di saat saya mendampingi Pak Sandiaga Uno buka bersama di Islamic centre," ungkapnya.

Sejak saat itu, lanjutnya, Aplikasi WhatsApp-nya, tak bisa lagi diakses. Sementara Telegramnya sudah satu tahun tidak aktif, bahkan sudah terhapus di Handphone tiba-tiba muncul dan digunakan oleh orang lain.

"Bahkan aplikasi Gojek di Handphone saya yang sudah saya cabut juga bisa dia masuki, sehingga dia memesan beberapa gojek dan gofood untuk mungkin menyibukkan saya sambil mereka mengedarkan informasi-informasi yang kita temukan chapture yang beredar di medsos," bebernya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...