SYL: Soal Kecurangan Pemilu, It’s Not Me

Senin, 20 Mei 2019 - 08:15 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pelaksanaan pemilu serentak kali ini mendapat banyak cibiran masyarakat. Salah satunya karena dianggap tingginya tingkat kecurangan termasuk penggunaan money politics. Hal itu diakui politikus senior Sulsel, Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Pemilu ini curang banget. Tapi kami tidak mau ikut-ikutan. It’s not me,” kata Syahrul, malam tadi. Didampingi Ketua DPRD Makassar yang juga politikus Golkar, Farouk M Betta, pihaknya menegaskan tidak ikut-ikutan dalam praktik tersebut. Termasuk penggunaan money politics yang banyak dikeluhkan pemerhati demokrasi saat ini.

“Saya lima kali ikut kontestasi pilkada, tidak pernah pakai cara itu,” bebernya. Mengenakan t-shirt merah, Syahrul sendiri mengaku enjoy dengan hasil pemilu yang dia peroleh. Meski gagal menembus DPR RI dari Partai Nasdem untuk dapil Sulsel II, toh dia telah mencontohkan praktik demokrasi yang elegan. Terlebih, sebulan sebelum pencoblosan surveinya masih di atas 10 persen dari hasil pantauan tiga lembaga nasional saat itu.

“Kaget? iya awal-awal. Tetapi normatif aja,” bebernya. Kesyukuran mantan Gubernur Sulsel dua periode ini karena dalam setiap kunjungannya ke pelosok daerah maupun warkop-warkop tempat berkumpulnya masyarakat, dia tetap disambut antusias. Ketokohannya tidak pudar di mata masyarakat.

Hal sama disampaikan Ketua DPRD Makassar, Farouk M Betta. Meski gagal terpilih kembali ke DPRD Makassar, Aru (sapaan Farouk) menyampaikan itulah hasil yang diinginkan “pasar” saat ini. Pihaknya sendiri telah berinvestasi selama 10 tahun dalam bentuk kebijakan dan legislasi di parlemen, meski hasilnya tidak membuat masyarakat melek pada perjuangan tersebut.

Baca Juga: Jabatan Tak Menghalangi untuk Menjalankan Aksi Sosial

“Praktik itu (kecurangan) terjadi, tapi seperti yang Pak Komandan sampaikan, itu bukan kami,” kata Aru. (nur)